Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Frasa “Indikator Kegagalan” Jadi Perdebatan dalam Pembahasan RPJMD Luwu Timur
Politik

Frasa “Indikator Kegagalan” Jadi Perdebatan dalam Pembahasan RPJMD Luwu Timur

Asdhar
Asdhar
7 Juni 2025
Share
2 Min Read
Anggota DPRD Luwu Timur, Aripin
SHARE

Rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Luwu Timur terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) berlangsung dinamis dengan munculnya pembahasan kritis soal penting tidaknya mencantumkan indikator kegagalan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah tersebut.

Rapat yang digelar di Ruang Banggar DPRD, Selasa (3/6/2025), menampilkan perbedaan pandangan tajam antar fraksi di DPRD.

Anggota Fraksi PDIP, Mahading, menyuarakan perlunya memasukkan indikator kegagalan sebagai pelengkap dari indikator keberhasilan yang lazim dicantumkan dalam RPJMD.

Baca Juga

Sekretariat DPRD Luwu Timur Paparkan Mekanisme PAW dalam FGD KPU Lutim
DPRD Luwu Timur Jadwalkan Reses Perseorangan 13–15 Desember

Menurutnya, RPJMD tidak boleh hanya menampilkan sisi optimistis, tetapi juga harus memuat kemungkinan kegagalan sebagai bagian dari evaluasi dan transparansi.

“Seharusnya dicantumkan pula indikator kegagalan,” tegas Mahading.

Senada, Ketua Fraksi PDIP Muhammad Nur—akrab disapa Cicik—mendukung penuh pandangan tersebut.

Dia menilai kejelasan target dalam RPJMD juga menuntut adanya pengukur capaian secara objektif, termasuk kemungkinan tidak tercapainya target.

“OPD harus bekerja maksimal untuk mencapai target. Nah, di akhir periode, RPJMD akan jelas diketahui apakah tercapai atau tidak. Kita menghindari copy-paste dokumen,” kata Cicik.

Perbedaan pandangan datang dari Fraksi Golkar. Ketua Fraksi sekaligus Ketua Bapemperda, Aripin, menyatakan secara tegas bahwa pihaknya tidak setuju penggunaan frasa “indikator kegagalan” dalam dokumen RPJMD.

“RPJMD itu kitab suci Pemerintah Daerah untuk 5 tahun ke depan, bukan dokumen bisnis yang harus dihitung untung dan rugi,” ujarnya.

Menurut Aripin, keberhasilan atau kegagalan baru dapat dievaluasi di akhir periode pemerintahan, dan bukan sesuatu yang perlu dirancang atau diprediksi dalam bentuk indikator sejak awal.

“Golkar tidak setuju ada kata indikator ‘kegagalan’ di RPJMD,” tegasnya.

Perdebatan ini mencerminkan ketegangan antara semangat perencanaan akuntabel dan etos optimisme pemerintahan.

Pihak yang mendukung pencantuman indikator kegagalan berargumen demi transparansi dan evaluasi berbasis data, sedangkan yang menolak melihatnya sebagai bentuk pesimisme yang tidak selaras dengan semangat pembangunan.

Polemik ini menjadi bagian penting dalam penyusunan RPJMD yang akan menjadi pedoman pembangunan Kabupaten Luwu Timur selama lima tahun ke depan.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat
Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian
Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan
Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia
Luwu Timur Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Deep Learning
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Dua Bakal Calon Ambil Formulir Pendaftaran Ketua KONI Luwu Timur
Next Article Besok, Ratusan Joki Bala-Bala Siap Adu Kecepatan di Sungai Malili
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati meninjau fasilitas kesehatan…

5 Mei 2026
Video

Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

Lada Luwu Timur, khususnya varietas unggulan Malonan 1, dikenal memiliki kualitas tinggi…

4 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Pendidikan

UIN Palopo Tambah Tiga Guru Besar, Total Kini 12 Profesor

4 Mei 2026
Metro

Andi Rahim Targetkan Penyelesaian Bantuan Rumah Terdampak Bencana Tuntas Juni 2026

4 Mei 2026
Pendidikan

Peringatan Hardiknas 2026 di Palopo Soroti Pentingnya Peran Semua Elemen

4 Mei 2026
Metro

Palopo Berangkatkan 22 Jamaah Calon Haji

4 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?