Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Harisah Suharjo, mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang menggelar rapat koordinasi stabilitas harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Menurutnya, upaya tersebut penting untuk menghadirkan tata niaga sawit yang lebih transparan dan memberikan kepastian bagi petani.
Harisah yang menghadiri rapat koordinasi bersama Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di Ruang Rapat Kerja Bupati, Kamis (4/6/2026), mengatakan kejelasan mekanisme penentuan harga akan membantu mengurangi kesenjangan informasi yang selama ini sering menjadi keluhan petani.
“Petani harus mengetahui dasar penetapan harga yang mereka terima. Jika mekanismenya terbuka dan mudah dipahami, maka kepercayaan antara petani, perusahaan, dan pemerintah akan semakin kuat,” ujarnya.
Menurut Harisah, sosialisasi mengenai pengaruh rendemen, kualitas buah, dan tingkat kematangan terhadap harga TBS perlu dilakukan secara berkelanjutan agar petani dapat meningkatkan kualitas hasil panennya.
“Selama ini masih banyak petani yang belum memahami bagaimana kualitas buah memengaruhi harga jual. Edukasi seperti ini penting agar petani dapat memperbaiki pola budidaya dan panen sehingga hasil yang diterima juga lebih optimal,” katanya.
Ia menilai langkah pemerintah daerah yang akan menyusun acuan harga berdasarkan klasifikasi rendemen merupakan kebijakan yang dapat memberikan kepastian dalam transaksi antara petani dan perusahaan.
Namun demikian, Harisah menegaskan bahwa aturan tersebut harus dibarengi dengan pengawasan yang konsisten agar benar-benar diterapkan oleh seluruh pelaku usaha.
“Kalau sudah ada standar yang disepakati bersama, tentu semua pihak harus mematuhinya. Pengawasan menjadi penting agar petani memperoleh haknya sesuai kualitas TBS yang mereka hasilkan,” ungkapnya.
Sebagai daerah dengan sektor perkebunan sawit yang terus berkembang, Harisah berharap komunikasi antara pemerintah, perusahaan, asosiasi petani, dan DPRD terus diperkuat untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
Menurutnya, forum dialog seperti rapat koordinasi tersebut menjadi ruang yang efektif untuk mencari solusi bersama tanpa mengedepankan kepentingan salah satu pihak.
“Kita ingin tata niaga sawit di Luwu Timur berjalan secara sehat dan berkeadilan. Perusahaan membutuhkan kepastian usaha, sementara petani juga berhak memperoleh harga yang layak sesuai kualitas hasil panennya,” tuturnya.
Harisah memastikan DPRD Luwu Timur akan terus mendukung kebijakan pemerintah daerah yang berpihak kepada kesejahteraan petani sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat.
“Harapan kami sederhana, petani terlindungi, perusahaan dapat menjalankan usahanya dengan baik, dan pemerintah mampu menjadi penengah yang menghadirkan keadilan bagi semua pihak. Sinergi seperti inilah yang akan memperkuat sektor perkebunan sawit di Luwu Timur,” pungkasnya.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

