Hatta Dukung Pembangunan RSUD di Ibu Kota Kabupaten

2 Min Read

Bupati Luwu Timur, H Andi Hatta Marakarma mendukung usulan Fraksi Demokrat yang disampaikan melalui juru bicaranya I Made Sariana tentang perlunya pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kota Malili, Ibukota Kabupaten Luwu Timur.

Menurut Hatta, usulan tersebut memang perlu direspon mengingat puskesmas Malili hanya untuk menangani pelayanan dasar. Berbeda dengan rumah sakit yang dilengkapi standar dan sistem pelayanan dari dokter ahli.

Disisi lain, daya tampung RSUD I Lagaligo juga terbatas. Makanya, kedepan pembangunan RSUD di kota Malili memang diperlukan asalkan perlu dipersiapkan lahan yang memadai dan lokasi yang representatif.

Demikian disampaikan Bupati pada sidang paripurna DPRD dengan agenda mendengarkan jawaban bupati terhadap pandangan fraksi-fraksi DPRD terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) TA 2015 yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, HM Siddiq BM, Senin (10/08/15).

Selain mendukung pembangunan RSUD di Kota Malili, Hatta juga menjelaskan bahwa kegiatan fisik yang dianggarkan SKPD dalam RAPBD Perubahan tahun 2015 agar mempertimbangkan sisa waktu yang ada khususnya kegiatan fisik yang anggarannya lebih dari Rp 200 Juta tentunya tidak dapat dilaksanakan karena harus melalui mekanisme lelang. Hal ini menjawab pandangan umum fraksi Golkar, Najamuddin.

Terkait pandangan umum fraksi Gerindra, Suwandi tentang penerangan jalan poros Desa Mulyasri-Purwosari, Hatta mengatakan bahwa pembangunan lampu penerangan jalan umum didesa-desa dalam wilayah kabupaten Luwu Timur akan terus dilaksanakan secara bertahap. “Pada tahun 2015 ini sebanyak 185 titik lampu jalan telah dibangun pada enam kecamatan yang tersebar di 37 desa,” jelasnya.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.