Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Kapurung: Kuliner Khas Luwu Raya yang Sarat Keunikan
Kuliner

Kapurung: Kuliner Khas Luwu Raya yang Sarat Keunikan

Asdhar
Asdhar
13 Desember 2024
Share
3 Min Read
Kapurung Palopo
SHARE

Bagi masyarakat Luwu Raya, Sulawesi Selatan, kapurung adalah kuliner yang tak asing lagi. Makanan khas berbahan dasar sagu ini telah menjadi bagian dari identitas budaya setempat. Namun, tahukah Anda bahwa terdapat perbedaan menarik dalam cara penyajian kapurung di dua daerah, yakni Kota Palopo (Luwu Selatan) dan Masamba (Luwu Utara)? Perbedaan ini melahirkan sebutan unik: Kapurung Selatan dan Kapurung Utara.

Contents
Kapurung Selatan: Rasa yang TerpaduKapurung Utara: Menyajikan Kebebasan RasaKapurung: Lebih dari Sekadar MakananPugalu atau Bugalu?Obat Rindu PerantauCatatan Penting

Kapurung Selatan: Rasa yang Terpadu

Kapurung dari Palopo, yang lebih dikenal sebagai Kapurung Selatan, sering menjadi standar dalam penyajian makanan khas ini, terutama di Makassar dan daerah lainnya di Sulawesi Selatan. Sajian ini menggabungkan rebusan kacang panjang, bayam, jantung pisang, terong, serta cacahan daging ayam, ikan, atau udang dalam satu wadah besar. Campuran ini menghasilkan perpaduan rasa asam, pedas, dan gurih yang menggugah selera.

Keunikan Kapurung Selatan terletak pada penambahan asam patikala, buah khas Sulawesi yang memberikan aroma dan rasa asam segar. Hidangan ini sering dinikmati bersama ikan bakar atau ikan parede, menciptakan pengalaman makan yang memuaskan.

Baca Juga

Pemkab Luwu Timur Siapkan Pesisir Danau Matano Jadi Pusat Kuliner Sorowako
Kontes Durian Selesai, Yusril dari Luwu Utara Raih Juara Pertama

Kapurung Utara: Menyajikan Kebebasan Rasa

Berbeda dengan Kapurung Selatan, Kapurung dari Masamba atau Kapurung Utara memiliki cara penyajian yang unik. Adonan sagu yang telah dibentuk menjadi bola-bola kecil (dui) disajikan terpisah dari sayur dan lauk-pauk. Rebusan sayur seperti kacang panjang, bayam, kangkung, jantung pisang, dan terong, serta lauk seperti cacahan daging ayam, ikan, atau udang, disajikan di wadah terpisah.

Proses pencampuran bahan dilakukan oleh penikmatnya sendiri, memberikan kebebasan untuk menyesuaikan rasa sesuai selera. Aroma khas Kapurung Utara berasal dari kaldu ikan yang dimasak dengan campuran asam cempa, menciptakan sensasi rasa yang mendalam.

Kapurung: Lebih dari Sekadar Makanan

Kapurung bukan hanya soal rasa, tetapi juga tradisi. Di Luwu Raya, Kapurung sering menjadi menu wajib dalam acara keluarga maupun kegiatan formal. Menariknya, Kapurung Selatan lebih sering disajikan dalam acara formal karena kemudahan penyajiannya.

Makan kapurung pun memiliki keunikan tersendiri. Karena kuahnya yang melimpah, masyarakat Luwu sering bercanda bahwa Kapurung bukan dimakan, melainkan diminum. Bola-bola sagu langsung ditelan, sementara lauk dan sayurnya tetap perlu dikunyah.

Pugalu atau Bugalu?

Nama Kapurung sendiri memiliki variasi sebutan. Di Luwu bagian utara, makanan ini disebut Pugalu, sedangkan di Luwu Selatan dikenal sebagai Bugalu. Namun, perbedaan ini tidak mengurangi kenikmatan makanan khas ini.

Obat Rindu Perantau

Bagi masyarakat Luwu yang merantau, Kapurung sering menjadi pengobat rindu kampung halaman. Membuat dan menikmati Kapurung bersama keluarga menjadi cara yang sederhana namun bermakna untuk merasakan kehangatan tanah kelahiran.

Catatan Penting

Saat menikmati Kapurung, hindari makan sambil tertawa, karena bola-bola sagunya bisa membuat tersedak! Jadi, nikmati dengan hati-hati dan sepenuh hati.

Selamat menikmati kelezatan Kapurung, kuliner khas Luwu Raya yang kaya akan cita rasa dan cerita!

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian
Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan
Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia
Luwu Timur Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Deep Learning
UIN Palopo Tambah Tiga Guru Besar, Total Kini 12 Profesor
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Keindahan Wisata Alam Tamboke di Kabupaten Luwu Utara
Next Article Satresnarkoba Polres Luwu Tangkap DPO Pengedar Sabu di Kota Palopo
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati meninjau fasilitas kesehatan…

5 Mei 2026
Video

Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

Lada Luwu Timur, khususnya varietas unggulan Malonan 1, dikenal memiliki kualitas tinggi…

4 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Metro

Andi Rahim Targetkan Penyelesaian Bantuan Rumah Terdampak Bencana Tuntas Juni 2026

4 Mei 2026
Pendidikan

Peringatan Hardiknas 2026 di Palopo Soroti Pentingnya Peran Semua Elemen

4 Mei 2026
Metro

Palopo Berangkatkan 22 Jamaah Calon Haji

4 Mei 2026
Ekonomi

Sepanjang 2025, PT Vale Catat Nol Kecelakaan Kerja Fatal

4 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?