Dukungan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Prof Dudung Abdurachman terhadap pembentukan Provinsi Luwu Raya tidak membuat perjuangan berhenti.
Sebaliknya, Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPP KKLR) memastikan akan memperkuat konsolidasi lintas daerah dan lintas lembaga untuk mengawal pembentukan daerah otonom baru tersebut melalui jalur konstitusional.
Komitmen itu disampaikan Ketua Umum BPP KKLR, Arsyad Kasmar, menyusul audiensi Badan Pekerja Pembentukan (BPP) Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya dengan Kepala Staf Kepresidenan di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Menurut Arsyad, dukungan yang disampaikan Dudung menjadi harapan baru sekaligus energi besar bagi masyarakat Tana Luwu setelah perjuangan pembentukan provinsi berlangsung lebih dari dua dekade.
“Kami menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Jenderal Dudung atas perhatian dan dukungan yang beliau berikan. Bagi masyarakat Luwu Raya, ini bukan sekadar dukungan moral, tetapi menjadi harapan baru bahwa perjuangan panjang yang kami lakukan mulai memperoleh perhatian di tingkat nasional,” kata Arsyad.
Perkuat Konsolidasi dan Komunikasi
Arsyad menegaskan, dukungan dari Kepala Staf Kepresidenan bukan akhir dari perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Sebaliknya, hal itu menjadi pijakan untuk memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam waktu dekat, BPP KKLR bersama BPP DOB Provinsi Luwu Raya akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota di Tana Luwu, DPR RI, DPD RI, kalangan akademisi, serta berbagai elemen masyarakat.
Langkah tersebut bertujuan menyempurnakan peta jalan pembentukan Provinsi Luwu Raya agar tetap sejalan dengan arah pembangunan nasional dan memenuhi seluruh tahapan konstitusional.
“Perjuangan ini belum selesai. Dukungan yang kami terima justru menjadi amanah untuk bekerja lebih keras. Kami akan terus membangun komunikasi, memperkuat konsolidasi, dan memastikan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya tetap berada di jalur konstitusional dengan dukungan kajian akademik yang kuat,” tegasnya.
Narasi Perjuangan Kini Berubah
Arsyad menilai, audiensi bersama Kepala Staf Kepresidenan juga menandai perubahan cara pandang dalam memperjuangkan pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Jika sebelumnya pembahasan lebih banyak bertumpu pada rentang kendali pemerintahan dan pemerataan pelayanan publik, kini argumentasi diperluas dengan menempatkan Luwu Raya sebagai kawasan yang memiliki arti strategis bagi Indonesia.
Menurutnya, kawasan Tana Luwu memiliki potensi besar untuk mendukung hilirisasi industri nasional, ketahanan pangan, penguatan ekonomi kawasan timur Indonesia, hingga kepentingan pertahanan dan keamanan negara.
“Yang kami bangun bukan lagi sekadar argumentasi pemekaran wilayah. Kami menunjukkan bahwa Tana Luwu memiliki posisi penting dalam mendukung hilirisasi industri nasional, ketahanan pangan, penguatan ekonomi kawasan timur, hingga kepentingan pertahanan dan keamanan negara. Alhamdulillah, perspektif itu mendapat respons yang sangat baik dari Bapak Dudung,” ujarnya.
Dalam presentasi tersebut, tim BPP DOB juga memaparkan bahwa calon Provinsi Luwu Raya yang meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo telah memenuhi persyaratan dasar pembentukan daerah sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Selain memenuhi syarat kewilayahan dan kapasitas daerah, kawasan tersebut memiliki jumlah penduduk sekitar 1,23 juta jiwa dengan potensi sumber daya alam dan ekonomi yang dinilai mampu menopang penyelenggaraan pemerintahan provinsi.
Bagi BPP KKLR, dukungan Kepala Staf Kepresidenan menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan panjang pembentukan Provinsi Luwu Raya. Namun, menurut Arsyad, keberhasilan perjuangan tersebut tetap bergantung pada konsolidasi seluruh elemen masyarakat dan komitmen untuk mengawal prosesnya sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

