Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda Β» Berita Β» Lehodo dan Tradisi Padungku: Warisan Rasa dan Kebersamaan Suku Padoe
Kuliner

Lehodo dan Tradisi Padungku: Warisan Rasa dan Kebersamaan Suku Padoe

Asdhar
Asdhar
12 Januari 2025
Share
3 Min Read
SHARE

β€” Sumber Video: Instagram A post shared by π‘°π’π’…π’π’π’†π’”π’Šπ’‚ π‘»π’‚π’“π’Š (@ind.tari)

Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tidak hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga tradisi yang sarat makna. Salah satunya adalah Lehodo, makanan tradisional Suku Padoe, yang menjadi pusat dari tradisi makan bersama bernama Padungku. Kegiatan ini berlangsung secara turun-temurun dan digelar dua kali setahun.

Lehodo: Rasa yang Penuh Filosofi

Baca Juga

Pemkab Luwu Timur Siapkan Pesisir Danau Matano Jadi Pusat Kuliner Sorowako
Kontes Durian Selesai, Yusril dari Luwu Utara Raih Juara Pertama
Masyarakat memasukkan beras ke dalam bambu sebagai bagian dari proses pembuatan Lehodo (Sumber: jadesta.kemenparekraf.go.id)

Lehodo, atau lemang dalam bahasa Suku Padoe, dibuat dengan bahan utama beras pulut putih atau hitam yang dicampur santan kelapa. Prosesnya cukup panjang, seperti dijelaskan oleh Jumar Bantoto, Sekretaris Dewan Adat Padoe Towuti:
β€œButuh waktu sekitar tiga jam untuk membuat lehodo. Setelah adonan beras dan santan dibungkus dengan daun pisang, gulungan ini dimasukkan ke dalam bambu, lalu dibakar satu per satu hingga matang.”

Hasil pembakaran Lehodo ini kemudian disantap bersama. Namun, ada tradisi unik setelah makan: lehodo dengan kualitas terbaik dilelang, dimulai dari harga Rp50.000 per ikat.

Padungku: Lebih dari Sekadar Makan Siang

Menurut data dari Jadesta Kemenparekraf, Padungku lebih dari sekadar pesta makan. Tradisi ini adalah momen bagi para petani untuk makan siang bersama keluarga besar mereka sekaligus forum diskusi untuk menentukan waktu terbaik menebar bibit padi.

Dalam tradisi Padungku, Lehodo menjadi hidangan utama, tetapi bukan satu-satunya sajian. Hidangan seperti buras dengan lauk opor ayam juga melengkapi acara ini, menciptakan pengalaman gastronomi yang berkesan.

Namun, Padungku lebih dari sekadar perayaan kuliner. Forum ini menjadi kesempatan bagi para petani untuk berkumpul dan menyepakati waktu terbaik untuk memulai musim tanam. Tradisi ini mencerminkan kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat Padoe, yang terus relevan hingga kini.

Pesona Budaya yang Harus Dijaga

Lehodo dan Padungku adalah warisan budaya yang kaya nilai dan perlu dijaga kelestariannya. Tradisi ini tidak hanya menghubungkan masyarakat dengan leluhur mereka, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di tengah perkembangan zaman.

Seperti yang diungkapkan Jumar Bantoto, β€œMelestarikan Padungku bukan hanya soal tradisi, tapi juga cara kita menjaga harmoni dengan sesama dan alam.”

Bagi siapa saja yang berkesempatan mengunjungi Luwu Timur, menyaksikan atau bahkan mengikuti tradisi Padungku bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Tradisi ini adalah cerminan indah bagaimana budaya, kuliner, dan kebersamaan menjadi satu dalam harmoni.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Durian Palopo Bersiap Mendunia
Begini Cara dan Syarat Daftar Kontes Durian se-Sulawesi 2025
Manfaat dan Dampak Durian bagi Kesehatan: Nikmatnya Si Raja Buah
Pacco: Sashimi Khas Luwu yang Bikin Nagih!
Balla-Balla, Penganan Tradisional Luwu yang Mulai Terlupakan
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Air Terjun Kali Dingin Tabarano: Tempat Wisata Hidden Gem yang Wajib Dikunjungi
Next Article DPRD Makassar Desak Penyelidikan Transparan atas Kebakaran Kantor Dinas Pendidikan
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati meninjau fasilitas kesehatan…

5 Mei 2026
Video

Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

Lada Luwu Timur, khususnya varietas unggulan Malonan 1, dikenal memiliki kualitas tinggi…

4 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Kuliner

Nostalgia Beppa To Riolo 2025: Malam Seru dengan Kue Tradisional di Taman Baca Palopo

22 Januari 2025
Kuliner

Jangan lewatkan, Nostalgia Beppa to Riolo 2025 akan Digelar 22 Januari 2025

20 Januari 2025
Kuliner

Kapurung: Kuliner Khas Luwu Raya yang Sarat Keunikan

13 Desember 2024
Kuliner

Pisang Goreng Dinobatkan Jadi Pencuci Mulut Goreng Paling Enak di Dunia

18 Februari 2023
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Β© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?