Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mulai menyiapkan sumber daya manusia olahraga untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XIX tahun 2030.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Penataran Pelatih Bola Basket Lisensi C se-Luwu Raya di Aula Cinema Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Malili, Kamis (4/6/2026).
Program ini menjadi bagian dari persiapan sarana, prasarana, dan penguatan SDM olahraga karena Luwu Timur menargetkan diri sebagai tuan rumah Porprov 2030.
Penataran Pelatih Jadi Investasi Jangka Panjang
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Parmudora) Luwu Timur, Muhammad Safaat DP mengatakan pembangunan olahraga tidak hanya bergantung pada atlet.
Menurutnya, daerah juga membutuhkan pelatih yang berkualitas agar pembinaan berjalan lebih baik.
“Di balik setiap atlet yang berprestasi, selalu ada pelatih yang berdedikasi. Pelatih adalah guru di lapangan, pembimbing dalam proses, dan inspirasi dalam perjalanan meraih prestasi,” ujarnya.
Karena itu, Pemkab Luwu Timur mulai memperkuat SDM olahraga sejak sekarang untuk menghadapi Porprov 2030.
Menurutnya, Luwu Timur terus mempercepat persiapan menuju Porprov 2030.
Selain membangun sarana dan prasarana olahraga, daerah juga mulai memperkuat kualitas SDM olahraga agar pembinaan berjalan lebih terstruktur.
Karena itu, penataran pelatih basket ini tidak hanya menjadi agenda pelatihan biasa, tetapi juga bagian dari investasi jangka panjang olahraga daerah.
Sebanyak 41 Peserta Ikut Penataran Basket
Panitia mencatat sebanyak 41 peserta mengikuti penataran pelatih basket ini.
Ketua Panitia Pelaksana, Ilham Arsad, mengatakan peserta berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Rinciannya meliputi:
- 30 peserta dari Luwu Timur
- 4 peserta dari Luwu Utara
- 4 peserta dari Kabupaten Luwu
- 2 peserta dari Palopo
- 1 peserta dari Gowa
Selain itu, panitia menjadwalkan pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 4 hingga 7 Juni 2026.
Ketua Umum PERBASI Luwu Timur, Janwar Nurzan, menilai kualitas pelatih sangat menentukan perkembangan basket daerah.
Menurutnya, pemain hebat lahir dari proses pembinaan yang dilakukan pelatih yang kompeten.
“Para pemain basket yang hebat tidak muncul begitu saja, melainkan karena adanya pelatih profesional yang membentuk mereka sehingga sukses di lapangan,” katanya.
Selama penataran berlangsung, peserta mendapat materi dari Yunianda Nugroho Djati dari Next Level Coach Development dan Etno Setyagraha yang fokus pada strength and conditioning.
Melalui program ini, PERBASI Luwu Timur berharap lahir generasi pelatih baru yang profesional sehingga pembinaan basket di Luwu Raya semakin berkembang.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

