Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Luwu Rawan Bencana, Dhevy: Tak Bisa Lagi Andalkan Insting, Harus Berdasarkan Kajian Ilmiah
Metro

Luwu Rawan Bencana, Dhevy: Tak Bisa Lagi Andalkan Insting, Harus Berdasarkan Kajian Ilmiah

Asdhar
Asdhar
14 Mei 2025
Share
2 Min Read
SHARE

Ancaman bencana di Kabupaten Luwu bukan lagi soal kemungkinan, tapi soal waktu. Wilayah dengan sejarah banjir, longsor, dan kebakaran hutan ini kini tengah memperkuat pertahanan lewat pendekatan ilmiah berbasis data.

Wakil Bupati Luwu, Muhammad Dhevy Bijak Pawindu, menyuarakan urgensi itu saat membuka kegiatan Sosialisasi Penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) di Hotel Subur, Rabu (14/5/2025).

“Kita tak bisa lagi mengandalkan insting atau improvisasi saat bencana datang. Kita butuh peta risiko yang jelas agar bisa bergerak cepat dan tepat,” tegas Dhevy.

Baca Juga

Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat
Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

Langkah ini dilakukan lewat kerja sama antara BPBD Luwu dan LPPM Universitas Hasanuddin, yang kini tengah menyusun dokumen risiko bencana berbasis kajian akademik. Ini bukan hanya soal perencanaan, tapi menyangkut keselamatan ribuan jiwa dan aset daerah.

Menurut Dhevy, penanganan bencana selama ini terlalu banyak bergantung pada reaksi cepat, bukan antisipasi jangka panjang. “Kalau kita tidak tahu titik rawan, kapasitas kita, dan dampak yang mungkin terjadi, bagaimana bisa merespons dengan benar?” ujarnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana kini harus menjadi bagian dari kebijakan pembangunan. Mulai dari perizinan tata ruang, infrastruktur, hingga kesiapan sumber daya manusia. Ia juga mengingatkan bahwa bencana bukan hanya urusan pemerintah, tapi seluruh komponen masyarakat.

“Kajian risiko ini akan jadi alat utama untuk memastikan semua program pembangunan tidak justru memperbesar risiko bencana,” katanya.

Dhevy berharap hasil kajian ini tidak berhenti di meja birokrasi, tapi benar-benar terealisasi dalam kerja nyata.

“Bencana tidak pilih waktu. Kita tak boleh kalah karena lalai membaca peta,” pungkasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Luwu, Andi Baso Tenriesa, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas. Dokumen KRB akan menjadi dasar penyusunan rencana kontinjensi, pengalokasian anggaran, hingga edukasi publik.

“Ini semacam rontgen untuk daerah kita. Tanpa itu, kita buta terhadap bahaya yang setiap tahun mengancam,” jelasnya.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian
Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia
Luwu Timur Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Deep Learning
UIN Palopo Tambah Tiga Guru Besar, Total Kini 12 Profesor
Andi Rahim Targetkan Penyelesaian Bantuan Rumah Terdampak Bencana Tuntas Juni 2026
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Pemkab Lutim Jadi Pemegang Saham Terbesar Kedua Bank Sulselbar
Next Article Kelas Nyaris Roboh di SMPN 18 Makassar, DPRD Minta Pemerintah Segera Perbaiki
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati meninjau fasilitas kesehatan…

5 Mei 2026
Video

Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

Lada Luwu Timur, khususnya varietas unggulan Malonan 1, dikenal memiliki kualitas tinggi…

4 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Pendidikan

Peringatan Hardiknas 2026 di Palopo Soroti Pentingnya Peran Semua Elemen

4 Mei 2026
Metro

Palopo Berangkatkan 22 Jamaah Calon Haji

4 Mei 2026
Ekonomi

Sepanjang 2025, PT Vale Catat Nol Kecelakaan Kerja Fatal

4 Mei 2026
Pendidikan

Keren! SMPN 1 Mangkutana Jadi Sekolah Terbaik 2 Rapor Pendidikan di Luwu Timur

4 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?