Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Misteri Kematian Feni Ere dan Perjalanan Gelap Sang Pembunuh
Hukum

Misteri Kematian Feni Ere dan Perjalanan Gelap Sang Pembunuh

Asdhar
Asdhar
21 Maret 2025
Share
4 Min Read
Korban Feni Ere saat masih hidup, dan kondisi mobil milik korban saat ditemukan disebuah rumah kosong di Makassar (Sumber: Diolah)
SHARE
Contents
Jejak Awal: Dari Perasaan Terpendam hingga Kejahatan BrutalUpaya Penghapusan Jejak dan Identifikasi TersangkaPenggeledahan dan Penemuan Bukti KunciMotif Jahat Sang Pelaku

Sebuah kasus pembunuhan yang sempat menjadi misteri akhirnya mulai terungkap setelah lebih dari satu tahun berlalu. Jasad Feni Ere, seorang sales mobil asal Palopo, ditemukan dalam kondisi mengenaskan tinggal kerangka di dekat wisata air terjun Batu Dewa, Kelurahan Battang Barat, pada 10 Februari 2025 silam. Ada lebih banyak pertanyaan daripada jawaban: Mengapa ia membunuh? Bagaimana ia merencanakan semuanya? Dan apakah ini benar-benar perbuatan tunggal?

Jejak Awal: Dari Perasaan Terpendam hingga Kejahatan Brutal

Investigasi yang dilakukan oleh kepolisian mengarah kepada satu nama: Ahmad Yani (36), seorang tukang yang pernah bekerja di rumah korban. Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber mengungkap fakta mengejutkan: Ahmad Yani bukan sekadar rekan kerja ayah korban, Parman, tetapi juga seseorang yang diam-diam menyimpan rasa terhadap Feni Ere. Namun, perasaan tersebut tidak pernah diutarakan, baik kepada korban maupun kepada sang ayah.

Pada malam tragis itu, 24 Januari 2024, Ahmad Yani dan beberapa rekannya sedang mengonsumsi minuman keras jenis Ballo di rumah Bapak Apo, tetangga korban. Suasana malam tampak biasa, hingga semua orang pulang ke rumah masing-masing.

Baca Juga

Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian
Aparat Tindak Dugaan Perambahan Hutan di Wilayah Konsesi PT Vale

Namun, Ahmad tidak langsung pulang. Ia mengantar seorang rekannya ke Asrama Kodim. Pada titik ini, sesuatu dalam dirinya berubah. Niat gelap muncul—sebuah keputusan yang akan berujung pada malam tragis bagi Feni Ere.

Ia berjalan kaki menuju rumah korban. Tidak ada saksi, tidak ada kecurigaan. Ia memanjat tembok kamar mandi, menyusup masuk. Saat itu, niat awalnya hanyalah menculik korban, namun situasi dengan cepat berubah menjadi aksi kejahatan yang mengerikan.

Korban yang terbangun langsung berteriak meminta pertolongan. Namun, teriakan itu dibungkam oleh pelaku yang menggunakan celana untuk menutup mulutnya. Ahmad kemudian melakukan tindakan pemerkosaan dan berusaha menenangkan korban dengan berbincang dengannya. Namun, saat Feni Ere mencoba melarikan diri, Ahmad yang panik membenturkan kepala korban hingga tak bernyawa.

Upaya Penghapusan Jejak dan Identifikasi Tersangka

Ahmad tidak hanya membunuh Feni Ere tetapi juga berusaha menghilangkan jejak kejahatannya. Dengan menggunakan alat pel, ia membersihkan darah yang berserakan di lantai kamar. Ia lalu memasukkan jasad korban ke dalam mobil Honda Brio milik Feni Ere dan membuangnya di Kilometer 35, Kelurahan Battang Barat.

Beberapa bulan setelah kejadian, mobil milik korban ditemukan di sebuah perumahan kosong di Perum Bukit Baruga Antang, Makassar, setelah dua bulan terparkir tanpa pemilik. Hal ini menjadi salah satu petunjuk penting yang mengarahkan polisi pada Ahmad Yani.

Pada 20 Maret 2025, polisi berhasil melacak keberadaan Ahmad di Kabupaten Luwu Utara. Ia bekerja di sebuah pabrik es balok di Desa Sapta Marga. Saat ditangkap, Ahmad tidak melawan dan langsung mengakui perbuatannya.

Penggeledahan dan Penemuan Bukti Kunci

Saat polisi menggeledah rumah tersangka di Palopo, keluarga korban turut hadir. Suasana berubah menjadi emosional saat sebuah koper berisi barang-barang milik Feni Ere ditemukan.

Adik korban, Fita, yang ikut dalam penggeledahan, langsung menangis histeris begitu melihat isi koper tersebut. Selain itu, beberapa barang bukti lain, termasuk alat pel yang digunakan untuk membersihkan darah dan lampu hias dengan bercak darah, ditemukan di rumah tersangka.

Di lokasi pembuangan jasad, polisi juga menemukan pakaian korban yang masih terdapat bekas sobekan kain, memperkuat dugaan bahwa korban mengalami kekerasan sebelum dibunuh.

Pelaku Ahmad Yani saat diamankan di Mapolres Palopo (Sumber: Ist)

Motif Jahat Sang Pelaku

Dari hasil penyelidikan, motif utama pembunuhan ini adalah obsesi pelaku terhadap korban. Ahmad Yani yang selama ini memendam perasaan terhadap Feni Ere akhirnya melakukan tindakan yang berujung pada kematian tragis korban. Dengan ditemukannya berbagai barang bukti, polisi kini telah menetapkan Ahmad Yani sebagai tersangka utama dalam kasus ini.

Kini, polisi mendalami lebih jauh: Apakah ada motif lain dari kejahatan ini? Ataukah ada faktor lain—dendam, atau apakah ini benar-benar perbuatan tunggal?

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat
Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan
Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia
Luwu Timur Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Deep Learning
UIN Palopo Tambah Tiga Guru Besar, Total Kini 12 Profesor
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Pasar Wasuponda Jadi Aspirasi Utama dalam Reses Andi Ahmad
Next Article Mendagri Tekankan Keamanan Jelang PSU Pilkada Palopo
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati meninjau fasilitas kesehatan…

5 Mei 2026
Video

Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

Lada Luwu Timur, khususnya varietas unggulan Malonan 1, dikenal memiliki kualitas tinggi…

4 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Metro

Andi Rahim Targetkan Penyelesaian Bantuan Rumah Terdampak Bencana Tuntas Juni 2026

4 Mei 2026
Pendidikan

Peringatan Hardiknas 2026 di Palopo Soroti Pentingnya Peran Semua Elemen

4 Mei 2026
Metro

Palopo Berangkatkan 22 Jamaah Calon Haji

4 Mei 2026
Ekonomi

Sepanjang 2025, PT Vale Catat Nol Kecelakaan Kerja Fatal

4 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?