Patahudding Pastikan Stabilitas Harga Pangan Jelang Idul Fitri di Luwu Tetap Terkendali

2 Min Read
Bupati Luwu, Patahudding saat meninjau pasar tradisional Cilallang guna memantau harga kebutuhan pokok, beberapa waktu lalu (Sumber: mediacenter.luwukab.go.id)

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, stabilitas harga kebutuhan pokok di Kabupaten Luwu masih dalam kondisi terkendali.

Pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga guna memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang wajar.

Bupati Luwu, Patahudding, menyampaikan bahwa hingga saat ini harga bahan pangan masih relatif stabil meskipun terdapat sedikit kenaikan pada beberapa komoditas.

“Alhamdulillah, sampai hari ini harga kebutuhan pokok masih terkendali. Kami terus melakukan pemantauan di lapangan, mudah-mudahan kondisi ini dapat terus kita jaga hingga Idul Fitri nanti,” ujarnya.

Adapun harga beberapa bahan pokok saat ini, daging sapi murni berada di kisaran Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram, ayam potong dengan harga Rp65.000 hingga Rp75.000 per ekor, sementara telur ayam ras berkisar antara Rp53.000 hingga Rp55.000 per rak.

Untuk komoditas lainnya, minyak goreng curah seharga Rp18.500 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan berada di angka Rp20.000 per liter. Harga gula pasir mencapai Rp19.000 per kilogram, bawang merah di kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram, dan bawang putih sekitar Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram.

Bupati Luwu menegaskan bahwa meskipun ada sedikit kenaikan pada beberapa bahan pangan, fluktuasi tersebut masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Luwu akan terus melakukan pemantauan terhadap harga kebutuhan pokok guna mengantisipasi lonjakan yang berpotensi membebani masyarakat menjelang hari raya.

“Memastikan harga tetap stabil adalah salah satu prioritas kami. Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar stok pangan mencukupi dan harga tetap terkendali,” tutupnya.

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.