PT Vale Indonesia Tbk berencana melakukan penyesuaian terhadap kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun buku 2026.
Langkah ini dipertimbangkan untuk menyesuaikan target bisnis perusahaan sekaligus mendukung komitmen pengembangan proyek hilirisasi yang tengah berjalan.
Direktur sekaligus Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, Budiawansyah, menjelaskan bahwa alokasi produksi yang saat ini sekitar 30 persen dinilai belum cukup untuk mendukung berbagai agenda strategis perusahaan dalam setahun ke depan.
“Karena ada beberapa komitmen yang memang harus kita lakukan, seperti komitmen kepada shareholder dan juga komitmen kepada proyek hilirisasi kita,” ujar Budiawansyah.
Meski demikian, ia memastikan bahwa rencana produksi nickel matte dari operasi Sorowako tidak terdampak oleh rencana revisi tersebut.
Hal itu karena RKAB untuk operasi Sorowako telah disetujui sepenuhnya sehingga kegiatan produksi tetap berjalan sesuai dengan proyeksi perusahaan.
Operasi Sorowako selama ini menjadi salah satu pusat produksi utama PT Vale yang memasok kebutuhan nikel untuk pasar global sekaligus mendukung rantai pasok industri hilir.
Sementara itu, perusahaan juga terus mempercepat pengembangan proyek Indonesia Growth Project Pomalaa (IGP Pomalaa) yang menjadi bagian dari strategi hilirisasi mineral.
Hingga saat ini, pembangunan proyek Pomalaa telah mencapai sekitar 62 persen.
Sejumlah infrastruktur utama telah selesai dibangun, termasuk North Access Road (NAR), Gedung Main Construction Office, serta fasilitas nursery modern dengan kapasitas produksi hingga satu juta bibit pohon per tahun.
Pembangunan fasilitas pendukung lainnya juga terus berlangsung, seperti Living Area atau Operation Camp yang telah mencapai progres 41 persen serta Workshop dan Office Area sebesar 57 persen.
PT Vale menargetkan proyek Pomalaa dapat mencapai tahap mechanical completion pada Agustus 2026 sehingga fasilitas tersebut siap memasuki tahap produksi.
Selain itu, kolaborasi dengan mitra industri dalam pembangunan Feed Preparation Plant dan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) juga terus berjalan dengan progres yang telah melampaui 36 persen.





