Pemkab Luwu Timur Gandeng Save The Children Perkuat Kolaborasi Lawan KBG

Asdhar
3 Min Read
Kegiatan seminar koordinasi lintas sektor antara Pemkab Luwu Timur dan Save The Children di Wisma Trans Malili (Sumber: dinaskominfo lutim)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWURAYA.COM — Pemkab Luwu Timur bersama Save The Children menggelar seminar dan rapat koordinasi lintas sektor pada 4 November 2026 di Wisma Trans Malili untuk memperkuat pencegahan dan penanganan Kekerasan Berbasis Gender.

Acara tersebut menghadirkan perwakilan dari sejumlah lembaga pemerintahan, organisasi masyarakat sipil, serta pihak swasta yang berkepentingan dalam upaya perlindungan perempuan dan anak. Seluruh peserta membahas langkah konkret dalam membangun mekanisme pelaporan, layanan pendampingan, serta koordinasi penanganan kasus kekerasan.

Seminar ini menjadi platform strategis untuk memperkuat sinergi antar‑stakeholder, mengingat tingginya angka kekerasan berbasis gender serta munculnya bentuk‑bentuk baru seperti Kekerasan Berbasis Gender Online.

Komitmen Pemerintah dan Mitra Internasional

Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, Azwan Aziz, menekankan bahwa “kekerasan berbasis gender bukan hanya persoalan individu atau keluarga, melainkan persoalan kemanusiaan, keadilan, dan pembangunan daerah”. Ia menambahkan pentingnya penyediaan mekanisme pelaporan yang mudah diakses, layanan yang aman, serta pendampingan hukum dan psikologis bagi korban.

Project Manager Program Elevate Save The Children, Ni Nyoman Anna Marthanti, menjelaskan bahwa program ELEVATE bertujuan melindungi perempuan dan anak perempuan melalui pemberdayaan ekonomi. “Kita merangkul semua, termasuk teman‑teman disabilitas,” ujarnya, menambahkan bahwa program ini juga dijalankan di Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Luwu Timur, Harisah Suharjo, menegaskan peran legislatif dalam melindungi perempuan dan anak melalui tiga fungsi utama: legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ia mengingatkan peningkatan kasus Kekerasan Berbasis Gender Online membutuhkan regulasi yang lebih kuat dan alokasi anggaran melalui APBD.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Luwu Timur, Masdin, menyampaikan bahwa pemerintah berperan sebagai regulator, fasilitator, koordinator, serta pengawas dalam rangka memastikan program perlindungan berjalan efektif.

Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, AKP Jody Dharma, memaparkan peran kepolisian mulai dari menerima laporan, penyelidikan, pengumpulan bukti, hingga penindakan melalui koordinasi lintas instansi.

Sebagai tindak lanjut, pada hari yang sama ditandatangani perjanjian kerja sama antara Dinsos P3A Luwu Timur dengan Save The Children untuk pelaksanaan program Economic Livelihood Capabilities and Violence Elimination for Women (ELEVATE). Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Pengadilan Agama, Andi Tabacina Akhmad, Kepala Dinas Kominfo SP, serta perwakilan OPD, Community Social Worker, dan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser