Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Produksi Nikel PT Vale Tembus 72.027 Ton pada 2025, Laba Bersih Naik 32 Persen
Ekonomi

Produksi Nikel PT Vale Tembus 72.027 Ton pada 2025, Laba Bersih Naik 32 Persen

Asdhar
Asdhar
17 Maret 2026
Share
5 Min Read
SHARE

LUWURAYA.COM — PT Vale Indonesia Tbk mencatat kinerja produksi dan keuangan yang positif sepanjang 2025, ditopang peningkatan produksi nikel matte, ekspansi penjualan bijih, serta disiplin biaya yang menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam laporan keuangan tahunan yang telah diaudit untuk periode yang berakhir pada 2025 dan dirilis Senin (16/3/2026), perusahaan melaporkan produksi nikel dalam matte mencapai 72.027 metrik ton (t). Capaian tersebut meningkat dibandingkan produksi tahun 2024 yang tercatat sebesar 71.311 t.

Peningkatan produksi tahunan ini menjadi indikator keberhasilan perusahaan dalam menjaga stabilitas operasional di tengah berbagai tantangan teknis, termasuk kegiatan pemeliharaan dan pembangunan kembali fasilitas produksi. Secara keseluruhan, capaian produksi tersebut mencerminkan konsistensi dalam menjaga keandalan fasilitas serta efisiensi proses produksi.

Baca Juga

Sepanjang 2025, PT Vale Catat Nol Kecelakaan Kerja Fatal
Harga Gabah Rp7.000 per Kg, DPRD Luwu Timur Minta Dijaga Stabil

Secara triwulanan, produksi pada triwulan keempat 2025 (4T25) tercatat sebesar 17.052 t, atau sekitar 12 persen lebih rendah dibandingkan 19.391 t pada triwulan ketiga 2025 (3T25). Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh proyek pembangunan kembali Furnace 3 yang dimulai pada November 2025 dan ditargetkan selesai pada Mei 2026.

Meski produksi triwulanan mengalami penyesuaian akibat kegiatan pemeliharaan, kinerja produksi sepanjang tahun tetap menunjukkan tren positif dan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menegaskan keberhasilan perusahaan dalam mengelola produksi secara terencana dan berkelanjutan.

Selain memperkuat produksi utama nikel matte, PT Vale juga mencatat kemajuan signifikan dalam pengembangan portofolio komersial melalui penjualan bijih nikel saprolit dari blok Pomalaa dan Bahodopi. Sepanjang 2025, penjualan bijih saprolit mencapai 2.316.023 wet metric tons (wmt), dengan volume bulanan tertinggi terjadi pada Oktober sebesar 516.167 wmt.

Blok Bahodopi menjadi kontributor terbesar dalam penjualan bijih saprolit sepanjang tahun. Stabilitas produksi dari blok tersebut mencerminkan peningkatan efisiensi operasional serta keberhasilan perusahaan dalam mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

Dari sisi distribusi, pengiriman nikel matte juga menunjukkan peningkatan moderat pada 2025 dengan total volume mencapai 73.093 t, naik dibandingkan 72.625 t pada 2024. Peningkatan volume pengiriman tersebut turut menopang kinerja keuangan perusahaan, terutama dalam menjaga tingkat profitabilitas yang stabil.

Kinerja operasional yang solid tersebut mendukung pencapaian EBITDA sebesar AS$228,2 juta sepanjang 2025, sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan ketahanan kinerja perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar global yang fluktuatif.

Meski harga realisasi rata-rata nikel matte pada 2025 mengalami penurunan sebesar 7 persen menjadi AS$12.157 per ton dari AS$13.086 per ton pada 2024, perusahaan tetap mampu meningkatkan total pendapatan. Hal ini didorong oleh peningkatan volume pengiriman serta penerapan tingkat payability nikel matte yang lebih baik sejak Juli 2025.

Sepanjang tahun, pendapatan perusahaan tercatat sebesar AS$990,2 juta, meningkat 4 persen dibandingkan pendapatan tahun 2024 sebesar AS$950,4 juta. Secara triwulanan, pendapatan pada periode terakhir mencapai AS$284,8 juta atau naik 2 persen dibandingkan triwulan sebelumnya, didorong oleh pemulihan harga nikel yang moderat.

Keberhasilan menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah tekanan harga komoditas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola strategi penjualan secara adaptif serta memanfaatkan momentum pasar secara optimal.

Dari sisi efisiensi, perusahaan juga mencatat pencapaian penting dalam pengendalian biaya. Unit biaya kas penjualan pada 2025 tercatat sebesar AS$9.339 per ton, sedikit lebih rendah dibandingkan AS$9.374 per ton pada 2024. Angka ini sekaligus menjadi tingkat biaya kas tahunan terendah dalam empat tahun terakhir, turun signifikan dari sekitar AS$11.201 per ton pada 2022.

Pencapaian tersebut mencerminkan disiplin biaya yang kuat, termasuk dalam pengelolaan pemeliharaan fasilitas produksi yang tetap berjalan tanpa mengganggu efisiensi keseluruhan operasional perusahaan.

Sementara itu, unit biaya kas penjualan untuk bisnis bijih nikel tetap stabil pada kisaran AS$17 hingga AS$19 per ton, termasuk biaya royalti dan logistik. Stabilitas biaya ini menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara produksi dan efisiensi distribusi.

Ke depan, aktivitas penambangan penuh di blok Pomalaa diperkirakan mulai berjalan pada 2026, setelah sebelumnya masih terbatas pada kegiatan bulk sampling test. Langkah ini diharapkan dapat memperluas kontribusi produksi serta memperkuat basis pendapatan perusahaan di masa mendatang.

Secara keseluruhan, PT Vale membukukan laba bersih sebesar AS$76,1 juta pada 2025, meningkat 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba ini menjadi salah satu indikator utama keberhasilan perusahaan dalam mengoptimalkan produksi, menjaga efisiensi biaya, serta mempertahankan stabilitas operasional di tengah dinamika industri nikel global.

Capaian tersebut sekaligus menegaskan posisi PT Vale sebagai salah satu pelaku utama industri nikel nasional yang mampu mempertahankan kinerja positif melalui strategi produksi yang terukur dan pengelolaan bisnis yang disiplin.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat
2025 Jadi Titik Balik, PT Vale Benahi Tata Kelola dan Transparansi
PT Vale Gelontorkan Jutaan Dolar untuk Pengembangan Masyarakat
HUT 23 Tahun Luwu Timur: Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia
Hari Buruh 2026, PT Vale Temui Langsung Serikat Pekerja di Sorowako
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Pendapatan PT Vale Naik 4 Persen pada 2025
Next Article PT Vale Jadi Acuan Perusahaan Tambang di Luwu Timur dalam Penerapan Safety dan Lingkungan
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati meninjau fasilitas kesehatan…

5 Mei 2026
Video

Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

Lada Luwu Timur, khususnya varietas unggulan Malonan 1, dikenal memiliki kualitas tinggi…

4 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Ekonomi

PT Vale Fokus ESG dan Hilirisasi untuk Perkuat Transisi Energi

1 Mei 2026
Ekonomi

Ekspansi Besar PT Vale Dimulai, Tiga Blok Tambang Aktif Bersamaan

29 April 2026
Ekonomi

Produksi Turun, Laba PT Vale di Kuartal I 2026 Justru Naik 85 Persen

29 April 2026
Metro

PT Vale Tingkatkan Layanan Puskesmas Bahomotefe Lewat Program Service Excellence

28 April 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?