Selain komoditas kakao yang mengalami penurunan harga di pasar lokal di Palopo dan sekitarnya, komoditas lain juga ternyata mengalami pelemahan harga. Seperti Lada, sebagai komoditi pertanian yang diandalkan masyarakat di Kabupaten Luwu, saat ini harganya mulai mengalami penurunan.
Lada di pasaran lokal kabupaten Luwu mulai mengalami penurunan hingga Rp65ribu perkilogram, yang sebelumnya sempat berada di level Rp80ribu perkilogram. Menurunnya harga tersebut membuat sejumlah petani khawatir, pasalnya harga pasaran lokal jauh sebelumnya terbilang tinggi.
Muliadi, petani lada di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Bua menuturkan jika pasaran harga lada beberapa bulan lalu mencapai Rp80ribu, dan turun pada bulan lalu menjadi Rp75ribu.
“Pada Maret hingga Juni harganya Rp80ribu perkilogram, sekarang tinggal Rp65ribu saja, ” tuturnya.
Menurutnya penurunan harga tersebut membuat khawatir para petani pasalnya jika harga komoditi tersebut semakin turun sehingga dapat menurunkan pula minat petani untuk terus mengelola tanaman lada.
“Jika harga Lada turun di atas 50 persen kami petani bisa kewalahan, karena komoditi tersebut merupakan andalan kami di sini,” ucapnya.
Arsan, salah seorang pedagang pengumpul kepada luwuraya.com saat sedang melakukan pembelian mengungkapkan bahwa saat ini permintaan terhadap lada mengalami penurunan sehingga harga ikut turun.
“Untuk saat ini permintaan Lada mengalami penurunan, rata-rata permintaan dalam seminggu hanya mencapai 500 kilogram saja padahal biasanya mencapai di atas satu ton,” terangnya.
Amran Amir




