Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Harga Lada di Luwu Juga Ikut Turun 20 Persen
Ekonomi

Harga Lada di Luwu Juga Ikut Turun 20 Persen

Redaksi
Redaksi Published 5 Oktober 2012
Share
2 Min Read
SHARE

Selain komoditas kakao yang mengalami penurunan harga di pasar lokal di Palopo dan sekitarnya, komoditas lain juga ternyata mengalami pelemahan harga. Seperti Lada, sebagai komoditi pertanian yang diandalkan masyarakat di Kabupaten Luwu, saat ini harganya mulai mengalami penurunan.

Lada di pasaran lokal kabupaten Luwu mulai mengalami penurunan hingga Rp65ribu perkilogram, yang sebelumnya sempat berada di level Rp80ribu perkilogram. Menurunnya harga tersebut membuat sejumlah petani khawatir, pasalnya harga pasaran lokal jauh sebelumnya terbilang tinggi.

Muliadi, petani lada di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Bua menuturkan jika pasaran harga lada beberapa bulan lalu mencapai Rp80ribu, dan turun pada bulan lalu menjadi Rp75ribu.

Baca Juga

Halalbihalal Bersama Forkopimda, PT Vale Perkuat Sinergi Bangun Luwu Timur

“Pada Maret hingga Juni harganya Rp80ribu perkilogram, sekarang tinggal Rp65ribu saja, ” tuturnya.

Menurutnya penurunan harga tersebut membuat khawatir para petani pasalnya jika harga komoditi tersebut semakin turun sehingga dapat menurunkan pula minat petani untuk terus mengelola tanaman lada.

“Jika harga Lada turun di atas 50 persen kami petani bisa kewalahan, karena komoditi tersebut merupakan andalan kami di sini,” ucapnya.

Arsan, salah seorang pedagang pengumpul  kepada luwuraya.com saat sedang melakukan pembelian mengungkapkan bahwa saat ini permintaan terhadap lada mengalami penurunan sehingga harga ikut turun.

“Untuk saat ini permintaan Lada mengalami penurunan, rata-rata permintaan dalam seminggu hanya mencapai 500 kilogram saja padahal biasanya mencapai di atas satu ton,” terangnya.

Amran Amir

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

MIND ID Andalkan PT Vale Dorong Rantai Pasok Baterai EV

Komisi XII DPR RI Apresiasi Langkah PT Vale Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik

Lapangan Kerja Luwu Timur Bertambah, Pengangguran Turun pada 2025

PT Vale Andalkan Hilirisasi dan ESG untuk Perkuat Bisnis

Proyek Sorlim Dikebut, PT Vale Targetkan Rampung 2027

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Di Palopo, Harga Kedelai Mulai Naik
Next Article Penumpang Membludak, Pengusaha Angkutan Siapkan Kendaraan Alernatif
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi Berita lainnya

Ekonomi

Media Gathering di Sorowako, PT Vale Tegaskan Komitmen Hilirisasi

16 April 2026
Ekonomi

PT Vale Ramaikan Nambaso Fest, Promosikan Produk UMKM Binaan

16 April 2026
Ekonomi

PT Vale Buka Rekrutmen Besar, Kesempatan Emas bagi Tenaga Lokal

14 April 2026
Ekonomi

Taat Pajak dan Dorong Ekonomi, PT Vale Raih Penghargaan Pemprov Sulteng

13 April 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?