Pembayaran dana sertifikasi untuk 2300 Guru di Kabupaten Luwu untuk tahun 2012 hingga saat ini urung dilakukan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kabupaten Luwu berkilah bahwa dana tersebut tidak mencukupi untuk dibayarkan kepada ribuan Guru bersertifikasi di Luwu.
Namun, belakangan ini beredar isu yang menyebutkan bahwa dana sertfikasi Guru senilai Rp 21 miliar dipinjam oleh pejabat tertentu di Kabupaten Luwu untuk kepentingan politik.
Kepala Dikmudora Luwu, Andi Fahri yang coba dikonfirmasi terkait isu tersebut , tida berhasil. Sejumlah stafnya mengatakan, Andi fahri sedang melayat di rumah keluarganya di Sulawesi Tenggara.
“Pak Kadis sudah dalam perjalanan menuju Belopa, beberapa hari yang lalu ke Sultra untuk melayat di rumah mertuanya,” kata salah seorang stafnya.
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Luwu, Sitti Haridsah menampik isu tersebut, menurutnya pihak DPRD Luwu sudah memanggil Dikmudora Luwu untuk membicarakan pembayaran dana sertifikasi yang molor.
“Kalau isu tentang digunakan untuk kepentingan politik kami tidak dengar, dan kami juga sudah memanggil Dikmudora agar menjelaskan terkait belum dibayarkannya dana tersebut,” kata Haridsah.(*)
Haswadi




