Menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi rencananya akan efektif berlaku mulai akhir Juni mendatang, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) meminta Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Lutra untuk terus aktif memantau sejumlah pasar tradisional di Lutra untuk mencegah kenaikan harga yang tinggi.
Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi Golkar DPRD Luwu Utara, Andi Suriadi, Rabu (22/5/13). Menurutnya Dinas Koperindag harus lebih sigap Apalagi harga beberapa kebutuhan ibu rumah tangga dan bahan kebutuhan pokok mulai naik di sejumlah pasar tradisional di Lutra.
“Kita minta Dinas Koperindag agar terus melakukan pemantauan ke pasar untuk melihat langsung kenaikan sejumlah harga sembako di pasaran jelang rencana kenaikan harga BBM subsidi,” kata Suriadi.
Ia juga menyampaikan bahwa sejauh ini harga sejumlah komoditi sembako sudah mengalami kenaikan dan belum ada tanda-tanda penurunan harga, sehingga membuat masyarakat terbebani. Agar permasalahan ini tidak berlarut-larut dan tidak terkontrol pihak terkait harus segera mengawasi.
“Kenaikan harga sejumlah kebutuhan sembako sudah berlaku di sejumlah pasar di Lutra. Kenaikannya mencapai 20 persen,” ujarnya.
Pantauan di Pasar Sentral Masamba, sejumlah barang yang mengalami kenaikan harga diantaranya gula pasir putih yang awalnya Rp12.000 perkg naik menjadi Rp14.000 per kg. Untuk sayuran seperti Tomat dari Rp8.000 kg menjadi Rp12.000 kg, Kol dari Rp4000 menjadi Rp6000 per kg, Wortel dari harga Rp10.000 naik menjadi Rp12.000 per kg dan cabe dari harga sebelumnya Rp20.000 per kg kini naik menjadi Rp25.000 per kg. Sementara harga telur ayam awalnya Rp25.000 per rak kini naik menjadi Rp28.000 per raknya.
Areif Abadi




