Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Keliling Indonesia Hanya Bermodalkan Cangkul dan Sekop
Metro

Keliling Indonesia Hanya Bermodalkan Cangkul dan Sekop

Redaksi
Redaksi Published 9 Desember 2013
Share
1 Min Read
SHARE

Siapa sangka, untuk bisa berkeliling indonesia para lelaki bertubuh kekar dan berotot ini hanya bermodalkan cangkul dan sekop saja. Ranu (41) pria asal Surabaya, Jawa Timur ini mengaku sudah empat tahun berkeliling di seantero wilayah Indonesia, dari sabang sampai merauke.

“Saya menafkahi anak istri dari penghasilan sebagai buruh galian jaringan perusahaan telekomunikasi, berpindah-pindah tempat, jadi bisa keliling Indonesia,” ujar Ranu, saat ditemui luwuraya.com usai memasang pipa jaringan di Jl Opu Tosappaile, Palopo, Senin (9/12/13) siang tadi.

Ranu menceritakan, perusahaan tempatnya bekerja sudah menyediakan fasilitas tempat tinggal dan biaya transportasi. Biasanya, Ranu bersama 50 rekan seprofesinya menetap di satu daerah paling lama 14 hari, tergantung dari lamanya waktu pemasangan pipa jaringan.

“Dalam sehari kami memasang 25 hingga 30 batang pipa, satu pipa berukuran satu meter dan kami diupah Rp 10 ribu/meternya,” katanya.

Sebelum memasang pipa jaringan, Ranu bersama rekannya terlebih dahulu menggali tanah sedalam 1,5 meter. Setelah itu, barulah dipipa jaringan dipasang dengan cara mengebor tanah horizontal menuju lubang berikutnya yang berjarak Sembilan meter dari lubang sebelumnya.

“Alhamdulillah, pekerjaan ini sudah terasa ringan, berbagai tantangan dan suka duka tentunya ada, namun demi sesuap nasi, harus kami lakukan, yang penting halal buat anak istri,” tuturnya.(*)

 

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Mau Naik Haji? Tunggu 13 Tahun ke Depan

Kurangi Penumpukan Pasien, RSUD I Lagaligo Operasikan IGD Modern

Wali Kota Palopo Didesak Akomodir Seluruh K-2

Duta Maritim Indonesia 2017 Kunjungi DKP Palopo

Ketua DPRD Lutim Gugup Saat Disumpah

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Mahasiswa Palopo Desak Kejari Tuntaskan Semua Kasus Korupsi
Next Article Ashari Syam: Demi Melawan Koruptor, Saya Tidak takut Dicopot

You Might Also Like

MetroNews

Pasca Libur Lebaran, Kantor Dinas Kesehatan Luwu Masih Kosong

21 Juni 2018
Metro

Bidan di Luwu Timur Pertanyakan Dana Jampersal

27 Desember 2013
Metro

Pemkab Luwu Timur Terjunkan Tim Aksi Stop Stunting di 21 Desa Lokus

29 Juli 2025
Metro

SBY Bakal Batal Kunjungi Bendungan Tomatoppe

20 Februari 2014
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?