Pemerintah kabupaten Luwu Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana yang dilaksanakan diruang rapat sekertaris daerah (setda) Kabupaten Luwu Timur, Selasa (23/7/13) pagi tadi.
Data yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Luwu Timur untuk tahun 2011 kebakaran terjadi 5 kali, 83 unit rumah rusak total, tahun 2012 terjadi peningkatan menjadi 29 kali, 69 unit rumah rusak total sementara untuk tahun 2013 telah terjadi 6 kali yang menyebabkan 6 unit rumah rusak total.
Asisten Pemerintahan, Firmanza mengatakan selain bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan longsor, kebakaran hutan juga merupakan ancaman tersendiri bagi wilayah Luwu Timur, baik itu yang terjadi secara alamiah maupun karena campur tangan manusia.
Karena itu, langkah penanggulangan kebakaan hutan perlu terus digalakkan. Berdasarkan pengamatan, terlambatnya menyampaikan informasi kejadian kebakaran di permukiman menyebabkan terhambatnya proses pemadaman oleh tim pemadam kebakaran karena lokasi kebakaran sulit dijangkau, selain itu juga karena kondisi jarak antar kecamatan di Luwu Timur yang cukup jauh serta minimnya personil juga menjadi kendala.
“Pada intinya, pencegahan lebih utama dilakukan sebagi upaya pencegahan secara dini terhadap musibah kebakaran, karena itu, masyarakat perlu mendapatkan wawasan dan informasi upaya penanggulangan musibah kebakaran. Olehnya itu, saya berharap besar pada Badan Penganggulangan Bencana Daerah untuk meningkatkan perannya memberikan informasi bagi masyarakat dalam menghadapi bahaya kebakaran,” ungkap Firmanza.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Luwu Timur, Andi Makkaraka mengatakan saat ini telah ada dua unit mobil pemadam kebakaran, dan direncanan akan ada penambahan ke depannya, termasuk penambahan jumlah personil karena itu perencanaan proteksi kebakaran akan dilakukan pihaknya melalui penentuan Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK). Ungkap Makkaraka.
Alpian Alwi




