Ratusan warga Sorowako yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Asli Sorowako (LMAS) dan Forum Komunikasi Pemuda Asli Sorowako (FKPAS), akhirnya menutup pipa pembuangan limbah PT Vale Indonesia, Sabtu (31/08/13) pagi tadi.
Penutupan itu dilakukan warga lantaran mereka kecewa dengan sikap PT Vale Indonesia yang tidak mengindahkan kesepakatan dengan masyarakat pada 13 juni lalu, dimana perusahaan telah menyepakati untuk segera menutup fasilitas F-Lagoon. Sebelumnya, warga telah memberikan bats waktu kepada pihak perusahaan hingga 30 Agustus kemarin agar perusahaan menutup fasilitas F-Lagoon.
Ketua Lembaga Masyarakat Asli Sorowako (LMAS), Andi Karman mengatakan pipa pembuangan limbah PT Vale Indonesia telah ditutup disebabkan karena kesepakatan yang telah dilakukan oleh pihak perusahaan dan masyarakat telah disepakati pada tanggal 13 Juni lalu namun hingga hari ini belum juga dipenuhi.
“Penutupan pipa pembuangan limbah ini karena pipa tersebut masuk di wilayah pekarangan kami yang dampaknya telah mencemari danau,” ungkap Karman.
Sebelumnya, Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Nico Kanter mengatakan jika persoalan F-Lagoon tersebut dapat diselesaikan dengan solusi yang terbaik bagi semua pihak sementara pihaknya saat ini telah melakukan analisa secara mendalam dari sisi teknis dan lingkungan untuk mencari solusi yang dapat meminimasi dampak lingkungan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kami juga telah beberapa kali bertemu dengan berbagai pihak, baik masyarakat dan pemerintah Kabupaten Luwu Timur, untuk menyelesaikan soal F-Lagoon ini dan proses dialog dengan masyarakat dan pemerintah Kabupaten Lutim masih terus berjalan untuk mendapatkan solusi yang terbaik bagi semua pihak,” ungkap Nico, beberapa waktu lalu.
Sekedar diketahui, fasilitas F-Lagoon adalah kawasan pembuangan limbah rumah tangga oleh PT Vale Indonesia yang dimanfaatkan oleh 15 fasilitas perusahaan seperti rumah sakit dan bandara. Lokasi F-Lagoon itu sendiri adalah bangunan lama yang berada di kawasan perumahan warga.
Alpian Alwi




