Sejumlah elemen warga Malili, Kabupaten Luwu Timur mendesak aparat dinas kehutanan dan Polisi setempat melakukan razia terhadap oknum warga yang kerap membakar areal kawasan hutan lindung untuk dijadikan lahan perkebunan.
Salah seorang warga Malili, Akbar mengatakan dalam sepekan terakhir telah terjadi kebakaran lahan di areal hutan dan lokasi lahan kering yang sengaja dibakar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Aparat terkait harus menertibkan kalau perlu menangkap para perambah kawasan hutan, tak terkecuali yang membuka lahan perkebunan dengan cara membakar,” ungkap Akbar.
Desakan yang sama juga dilontarkan, Ikbal , warga Malili yang prihatin terhadap kebakaran lahan kering yang terletak di kaki Gunung Verbeeck.
“Sudah 4 hari masyarakat resah dengan kepulan asap akibat pembakaran lahan kering di kaki gunung verbeek yang berdekatan dengan kawasan perkantoran Bupati Luwu Timur. Medan yang berat karena tidak adanya akses armada pemadam kebakaran menyebabkan api sulit dipadamkan. Hal ini sangat membahayakan lingkungan sekitar kawasan hutan,” ungkap Ikbal.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Hatta Marakarma, kepada sejumlah awak media menegaskan akan segera mengefektifkan tim terpadu penangulangan dan penertiban kawasan hutan lindung.
“ Bukan hanya kebakaran lahan kering yang saat ini marak, namun perambahan hutan yang berada di areal konsesi PT Vale Indoneisia juga kerap terjadi, sehingga pemerintah daerah bersama unsur terkait akan mengambil tindakan tegas guna menghentikan problem ini,” ungkap Hatta.
Alpian Alwi




