Ketua panitia Drag Race, Arifuddin sangat menyesal atas insiden kecelakaan maut yang telah menewaskan Saldi Kahar alis Aco Kiwil dan Edhy yang telah terjadi beberapa hari yang lalu. Menurutnya, kecelakaan ini adalah semata-mata karena musibah dan tidak ada yang mengingingkan kejadian tersebut.
“Kami turut berduka cita atas berpulangnya ke rahmatullah Saldi alias Aco Kiwil dan Edhy. Apapun hasil pemeriksaan dari pihak kepolisan nantinya kami dari pihak panitia penyelenggara siap bertanggung jawab,” ungkap Arifuddin disela-sela acara Ta’ziah ke tiga almarhum Aco Kiwil, Selasa (29/10/13) malam tadi.
Selain itu, sebagai rasa penghargaan panitia kepada korban maka kegiatan Drag Race ini telah dihentikan sejak insiden tersebut.
“Selaku pelaksana dan mewakili seluruh panitia Drag Race memohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga besar korban dan seluruh masyarakat atas kejadian ini. Sekali lagi, tidak ada yang menginginkan kejadian ini,” ungkap Arifuddin.
Sekedar diketahui, insiden kecelakaan maut ini bermula saat kedua pembalap yakni, Aco Kiwil, pembalap asal kecamatan Wotu, dan Edhy, pembalap asal Kecamatan Towuti sedang melakukan pemanasan di luar arena balapan yang telah ditetapkan panitia.
Karena tidak adanya koordinasi dengan panitia, pemanasan pembalap di luar arena itu dilakukan secara tidak tertib. Akibatnya, Aco dan Edhy yang melakukan pemanasan dengan arah berlawanan pun saling bertabrakan. Keduanya terpental dengan luka cukup parah. Dari kepala kedua pembalap, mengucur darah segar, sehingga nyawa keduanya tidak tertolong lagi. (*)
Alpian Alwi




