Ratusan penumpang dari arah Selatan maupun Utara akhirnya memilih berjalan kaki untuk melanjutkan perjalanan. Pasalnya, sejak kemarin hingga pagi ini demostran masih tetap menutup akses jalan trans Sulawesi, Selasa ( 12/11/13) pagi ini.
Pantauan luwuraya.com, jalur trans Sulawesi ini tertutup hingga satu kilometer. Sementara demonstran menutup jalur trans Sulawesi ini dengan merebahkan pohon kayu di badan jalan sehingga masyarakat yang ingin melintas di jalan ini memilih berjalan kaki untuk menyambung kendaraan. Selain itu, batu dan material lainnya masih tampak berserakan di jalan.
Salah seorang penumpang yang ditemui saat berjalan kaki, Indah mengatakan dirinya akhirnya pasarah memilih berjalan kaki untuk melanjutkan perjalanannya.
“mau tidak mau kami harus memilih berjalan kaki untuk melanjutkan perjalan,” ungkap Indah.
Sekedar diketahui, ratusan mahasiswa dan masyarakat di Kabupaten Luwu menggelar aksi demonstrasi di jalan poros trans Sulawesi tepatnya di Kecamatan Walmas. Sementara demonstran tersebut menyuarakan tentang pembentukan Kabupaten Luwu Tengah. dalam aksi tersebut demonstran dan aparat kepolisian berakhir dengan bentrok yang mengakibatkan puluhan mahasiswa dan pelajar terkena tembakan. (*)
HASWADI




