Wali Kota Palopo, Judas Amir meminta kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk bisa menerapkan Analisis Standar Belanja (ASB).
Menurutnya, dengan penerapan ASB ini, dapat menghindarkan setiap SKPD menyusun rencana belanja hanya berdasarkan intuisi belaka.
“Saya mengajak kepada semua SKPD untuk memperhatikan kemampuan daerah, upayakan jangan terjebak pada kondisi besar pasak dari pada tiang,” ujar Judas saat membuka Sosialisasi dan Orientasi Penyusunan Analisis Standar Belanja (ASB) daerah Kota Palopo Tahun 2013, yang dilaksanakan di Saodenrae Convention Center (SCC), Senin (11/11/13).
Menurutnya, kemajuan pembangunan suatu daerah salah satunya bertumpu pada kemampuan finansial, namun demikian potensi finansial yang dimiliki tidak akan cukup mendatangkan manfaat yang besar jika pemanfaatannya tidak dikelola dengan baik.
“Harus ada orientasi, yang jelas, dalam pemanfaatan keuangan daerah, dengan berdasar pada azaz manfaat, artinya bahwa perencanaan dan penyusunan belanja daerah hendaknya memiliki konsep jelas, sehingga mendatangkan manfaat besar bagi kepentingan daerah dan masyarakat di daerah,” ujarnya.
Judas menegaskan, salah satu pedoman utama yang perlu menjadi perhatian semua jajaran pemerintah, daerah dalam hal penyusunan analisis belanja yakni dengan senantiasa mengacu pada rencana pembangunan daerah (RPJMD) periode berjalan.
“Ini dimaksudkan agar sasaran dari pembangunan yang kita harapkan dapat tercapai, sejalan dengan itu, say mengajak kepada seluruh jajaran SKPD agar dalam penyusunan analisis standar belanja kiranya berdasar pada basis kinerja,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Palopo, Muchtar Basir mengatakan kegiatan itu digelar dalam rangka penyatuan persepsi seluruh SKPD dalam rangka penyusunan perencanaan belanja daerah sehingga ke depan dapat lebih efisien demi kepentingan masyarakat.
Haris




