Apa sebenarnya yang melatar belakangi kemarahan warga sehingga berujung demonstrasi berdarah di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Selasa (12/11/13) siang tadi. Salah seorang warga yang juga ikut dalam aksi demonstrasi tersebut menuturkan bahwa kekecewaan itu dilatar belakangi oleh kekecewaan terhadap sikap elit yang terkesan hanya memanfaatkan isu Luwu Tengah demi kepentingan politik belaka.
“Bosan mi ki dijanji-janji, setiap kali kampanye, itu terus na janjikan ki, sudah 10 tahun mi warga Walenrang-Lamasi berharap bisa hidup lebih baik,” ujar warga tersebut yang enggan namanya dipublikasikan.
Menurutnya, politisi-politisi yang menjanjikan pemekaran Kabupaten Luwu Tengah itu tidak hanya dari tingkat Kabupaten saja, melainkan hingga politisi tingkat pusat.
“Setiap kali datang (mengunjungi warga), pasti dijanjikan lagi (pembentukan Luwu Tengah), tetapi kalau sudah terpilih, jangankan datang, menyebut saja kata Luwu Tengah mereka sudah tidak pernah mi,” ungkapnya kesal.
Dia menilai, sikap aparat keamanan yang membuka paksa blokir jalan sehingga berujung bentrokan dengan massa sehingga satu orang warga tewas, adalah berlebihan. Padahal, menurutnya, tuntutan warga sangat sederhana.
“Kami ingin dibentuk segera Kabupaten Luwu Tengah, tidak usah mi lagi berjanji, kalau kami tidak blokir jalan seperti ini, apakah mau mereka perhatikan itu Luwu Tengah,” ungkapnya.
Dia pun meminta kepada aparat kepolisian untuk menghentikan tindakan represif terhadap warga. “Stop mi kejar-kejar warga, jika saja tuntutan kami selama ini diakomodir dengan baik, tidak ada itu penutupan jalan, hanya saja 10 tahun kami dijanji tapi tidak pernah digubris tuntutan kami,” tegasnya.
Untuk diketahui, demonstrasi warga dan mahasiswa di Kecamatan Walenrang berujung bentrok yang mengakibatkan satu orang warga tewas, dan puluhan lainnya terluka. Demonstrasi ini digelar menyusul tidak masuknya Luteng dalam pembahasan 65 Daerah Otonom Baru (DOB) yang dibahas oleh DPR RI.
Tidak masuknya Luteng dalam pembahasan pemekaran daerah di DPR RI ini merupakan yang kesekian kalinya. Sebelumnya, pada Desember 2009, dan Juni 2010, Luteng juga batal masuk dalam pembahasan pemekaran di DPR RI dengan alasan kurangnya syarat administrasi yang bisa dipenuhi oleh calon daerah tersebut. (lihat: Perjalanan Panjang Pembentukan Kabupaten Luwu Tengah)
Haswadi




