Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Komnas HAM tidak Temukan Pelanggaran HAM Bentrok di Walenrang
Hukum

Komnas HAM tidak Temukan Pelanggaran HAM Bentrok di Walenrang

Redaksi
Redaksi Published 15 November 2013
Share
2 Min Read
SHARE

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengaku belum menemukan adanya pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi pada peristiwa bentrokan di Walenrang, Kabupaten Luwu, Selasa (12/11/13). Siane Indriani, anggota Komnas HAM sub komisi pemantauan dan penyelidikan, yang ditemui seumlah wartawan di Kota Palopo, Jumat (15/11/13).

Menurut Siane, bentrokan yang terjadi di Walenrang memang teroganisir, di mana ada kondisi polisi sengaja dibentrokkan dengan masyarakat. Itu dapat terlihat dengan adanya barang bukti berupa bom molotov yang sumbunya seragam yakni dari kain batik yang sama. Selain itu, kondisi mobil Barracuda Brimob, kaca yang berada di depan dan samping pecah, sehingga diduga ada aktor yang memang sudah profesional.

“Kita sangat menyesalkan dengan adanya korban meninggal dan luka-luka, namun kami belum bisa menyimpulkan adanya pelanggaran Ham dalam peristiwa di Walenrang, polisi dan masyarakat memang sengaja dibentrokkan,” kata Siane.

Siane menjelaskan, korban meninggal dalam bentrokan di Walenrang yakni Chandra diduga meninggal antara pukul 11.00 Wita dan 12.00 Wita, atau pada awal bentrokan antara polisi dan warga pecah. Data yang dihimpun oleh Komnas HAM di RSUD Sawerigading Palopo menyebutkan korban meninggal setelah tertembus peluru, namun peluru tidak mengenai jantung korban.

“Saat dievakuasi ke Polsek, kondisi badan korban sudah dingin, jadi kami menduga korban memang sudah satu jam meninggal kemudian dibawa ke polsek,” kata Siane.

Siane juga belum bisa memastikan, apakah korban meninggal tertembak peluru tajam atau bukan, sebab untuk memastikan hal tersebut harus dilakukan otopsi. Menurut Siane, luka yang terdapat di dada korban sekitar satu centimeter, dan tembus ke belakang.(*)

Haswadi

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Dinas Tenaga Kerja Lutim Bekali 77 Peserta Pelatihan Operator Dumtruk dan Eskavator

DPRD Lutim Tekan Pemerintah Perbaiki Distribusi Pupuk Bersubsidi agar Tepat Sasaran

Bupati Jawab Pandangan Fraksi DPRD Lutim atas Dua Ranperda

Bupati Lutim Apresiasi Penggunaan pupuk Organik ECO Farming untuk Padi

Hari Ini, Kabag Pemerintahan Lutim Batal Diperiksa

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Polisi Lalai, Seorang Tahanan Melarikan Diri
Next Article DPRD Lutra Sayangkan Pelemparan Rumah Milik Kameramen TV Swasta

You Might Also Like

Luwu Timur

Ketua TP PKK Tomoni Timur Pantau Kegiatan Dashat di Empat Desa

31 Mei 2024
Luwu Timur

Bupati Luwu Timur Evaluasi Gedung Pemuda, Soroti Kualitas Finishing

13 Maret 2025
Hukum

Pesta Sabu, Satnarkoba Amankan Empat Pemuda Tomoni

1 Juni 2016
Luwu Timur

Ini Jadwal Kegiatan dan Lomba Dalam Rangka Memeriahkan HUT Lutim Ke 16

26 April 2019
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?