Pemandangan berbeda terlihat di depan Pasar Walenrang, di Desa Batusitanduk, Kecamatan Walenrang. Ratusan warga berkumpul di depan pasar tersebut. Namun kali ini bukan aksi unjuk rasa yang digelar oleh warga, namun sebuah kain putih sepanjang 40 meter guna mengumpulkan tanda tangan dukungan warga atas pemekaran Kabupaten Luwu tengah.
Pantauan luwuraya.com, kain putih itu mulai dibentangkan sejak pukul 10.00 Wita. Sebuah tulisan besar berwarna merah seolah menjadi kepala spanduk yang bertuliskan ‘Luwu Tengah Harga Mati’. Pasca pembentangan kain putih itu, warga pun berbondong-bondong untuk membubuhkan tanda tangan diatas kain tersebut.
Hingga saat ini sudah terkumpul ratusan tanda tangan. Tidak hanya warga sekitar yang ikut membubuhkan tanda-tangan, sejumlah pengendara yang kebetulan melintas di jalur tersebut juga menyempatkan diri singgah untuk ikut serta berpartisipasi membubuhkan tanda-tangan mereka.
Aktifis Pemuda Walerang Lamasi, Muhammad Risal mengatakan tanda tangan yang dibubuhkan warga diatas kain putih sepanjang 40 meter itu nantinya akan dibawa ke Komisi II DPR RI untuk ditunjukkan kepada wakil rakyat di Senayan.
“Kami akan membawa ini ke DPR RI di Jakarta sebagai bukti bahwa warga Walmas sangat mendukung pembentukan Kabupaten Luwu Tengah,” ujarnya.
Haswadi




