Sejumlah pelanggan PDAM di Kota Palopo mengeluhkan pelayanan air bersih di daerah ini yang kerap tidak terlayani dalam sepekan terakhir.
Udin, salah seorang warga kompleks Anggrek mengaku jika mereka terpaksa mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka.
“Kalau hujan di malam hari, kami terpaksa menadah air hujan agar bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak dan mandi,” ungkapnya.
Dia mengaku sudah mengeluhkan hal itu ke Kantor PDAM Palopo, namun belum mendapatkan respon dari manajemen PDAM.
Hal senada juga diungkapkan Nirwati, warga Jl Sungai Pareman II yang mengaku juga telah empat hari tidak mendapatkan pelayanan air bersih.
“Kami terpaksa mengeluarkan uang lebih dengan membeli air galon untuk digunakan memasak, kami meminta agar hal ini menjadi perhatian,” ujar Nirwati.
Menanggapi hal itu, Direktur PDAM Palopo, M Yasir membenarkan jikka pelayanan air bersih di daerah ini memang terkendala. Kendala tersebut yakni terganggunya penangkap air baku akibat hujan deras yang terjadi dalam sepekan terakhir.
“Kalau hujan di hulu, sering merusak penangkap air baku kami, sehingga pellayanan air bersih kerap terganggu,” ungkapnya.
Selain itu, instalasi pipa di Palopo yang masih mengandalkan sistem gravitasi, membuat pelayanan air bersih bagi pelanggan terutama di daerah pesisir tidak kebagian air bersih.
Mengantisipasi hal itu, PDAM Palopo menyaikkan sejumlah solusi, seperti distribusi air bersih melalui mobil tanki ke daerah yang tidak terlayani air bersih.




