Peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) di Kota Palopo ditandai dengan aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa dari berbagai perhimpunan di Mapolres Palopo, Selasa (10/12/13). Dalam orasinya, mahasiswa menyebutkan sepanjang Novemver hingga Desember 2013 terjadi banyak perisitiwa kekerasan dan penembakan terhadap warga di Sulawesi Selatan.
William Marthon, salah seorang aktifis mahasiswa dalam orasinya di hadapan puluhan aparat Kepolisian Polres Palopo menyebutkan Kapolda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), Irjenpol Burhanuddin Andi adalah pembunuh berdarah dingin. betapa tidak, sepanjang kepemimpinannya, telah terjadi puluhan perisitiwa kekerasan terhadap warga sipil yang dilakukan aparat, baik itu TNI maupun Polri.
“Penembakan terhadap warga di walmas, salah seorang diantaranya tewas, belum lagi peristiwa kekerasan dan penembakan terhadap petani di lahan PTPN Takalar. Tindakan kekerasan dan refresif ini tidak bisa dibiarkan,” kata William.
Aksi unjuk rasa mahasiswa ini berlangsung sejak pukul 10.00 Wita. Mahasiswa bergerak dari perempatan Jl Sultan Hasanuddin dan Jl ahmad Yani, kemudian berjalan kaki menuju Mapolres Palopo melalui Jl Opu Tosappaile.(*)




