Pihak pengelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Djemma mengaku saat ini ketersediaan darah untuk golongan AB mulai menipis. Bahkan, saat ini, stok darah AB itu hanya tersisa 12 kantong darah saja yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan darah maksimal 4 kali pemakaian saja.
Teknisi UTD RSUD Andi Djemma, M Irwan mengatakan, berbeda dengan golongan darah lainnya, stok untuk golongan darah AB sangat sulit diperoleh. Hal ini disebabkan karena sulitnya mendapatkan pendonor yang memiliki golongan raha tersebut. Hanya saja, menurut Irwan, persoalan ini dapat diimbangi karena kebutuhan akan golongan darah itu juga sangat kecil.
Untuk golongan darah lainnya yakni A, B, dan O, RSUD Andi Djemma memiliki stok yang cukup banyak. Bahkan, karena stok yang melimpah itu, pihak rumah sakit kerap menditribusikan ke rumah sakit lain yang membutuhkan golongan darah tersebut.
“Stok darah itu tidak bisa disimpan terlalu lama, hanya bisa bertahan maksimal hingga 28 hari saja, makanya jika stok darah golongan A, B, dan O yang banyak, kami biasanya mendistribusikan ke RSUD I La Galigo di Kabupaten Luwu Timur, dan RSUD Batara Guru di Kabupaten Luwu, jika mereka membutuhkan,” ungkapnya.
Sesuai penjelasan bagian UTD RSUD Andi Djemma, kebutuhan darah yang paling banyak digunakan adalah ketika dilakukan operasi pembedahan kepada pasien sehingga membutuhkan darah yang sangat banyak mencapai 4 hingga 7 kantong darah. Untuk pasin dengan BPJS saat ini, penggunaan darah tersebut gratis sepanjang stok masih ada.




