Puluhan honorer Kategori 2 (K-2) di Kabupaten Luwu Utara (Lutra) kembali turun ke jalan dan melakukan aksi demonstrasi. Kali ini, massa bahkan sempat melakukan penutupan jalan trans Sulawesi, tepatnya di pertigaan masuk ke Kantor Bupati Luwu Utara, di Masamba, sekitar pukul 10.30 Wita siang tadi.
Pantauan luwuraya.com, aksi ini sempat membuat kemacetan kendaraan baik dari arah utara maupaun selatan yang akan melintas di dekat titik demonstrasi. Pasalnya, seluruh badan jalan ditutup massa sehingga tidak satu pun kendaraan yang bisa melintas.
Beruntung aksi penutupan jalan ini tidak berlangsung lama, sebab sekitar 20 menit melakukan orasi, massa kemudian merangsek masuk ke areal Kantor Bupati Luwu Utara untuk menyuarakan aspirasi mereka.
“Hari ini kami datang ke sini bukan kepentingan pribadi,kami datang menuntut hak kami yang diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab, 520 orang yang lulus CPNS dari jalur K-2 mayoritas merupakan honorer siluman, kami tidak mau menemui pejabat yang tidak berkepentingan, minimal Kepala BKDD Lutra datang menemui kami,” ujar Harniati salah seorang honorer yang melakukan orasi.
Tak lama kemudian, Wakil Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menemui para demonstran. Dihadapan honorer K-2 yang melakukan aksi demonstrasi, Indah mengungkapkan permohonan Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi yang tidak dapat menemui para demonstran karena sedang memiliki agenda di luar daerah.
Indah pun menegaskan, jika Pemkab Lutra sudah mendapat intruksi dari pemerintah pusat yang menegaskan jika honorer K-2 akan diangkat sebagai PNS secara bertahap. “Data sudah saya terima, untuk ditindak lanjuti. Sementara ini kami masih melakukan pembedahan yang mana di maksud honorer K-2 murni yang mana siluman,” ujar Indah.
Dia pun meminta kepada masyarakat untuk tidak memaksa pemerintah bekerja di luar regulasi, sebab pemerintah sudah membuat Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Kami sudah memerintahkan BKDD Lutra buat SOP untuk honorer K-2, lalu segera mengumumkannya kepada publik, yang telah masuk ke ranah hukum biarkan itu berproses, saya tahu kondisi kita semua saat ini penuh dengan keprihatinan,” tegas Indah.




