Kerap terjadi tawuan antar warga di Kelurahan Mancani, Kecamatan Telluwanua dalam bebebrapa pekan terakhir, membuat Kepolisian Resor (Polres) Palopo meminta agar Pemerintah Kota Palopo dan Kedatuan Luwu turun tangan memediasi perdamaian antar warga yang berkonflik.
Warga berkonflik itu berasal dari dua dusun yakni Dusun Uri dan Dusun Batu yang letaknya bertetangga. Ironisnya, mayoritas warga Dusun Uri dan Batu berasal dari dua kelompok suku di Tana Luwu sehingga kekhawatiran konflik menjurus kea rah SARA terbuka besar jika tidak segera didamaikan.
Bagaimana tidak, selama bulan Maret ini saja, sudah terjadi lima kali tawuran antar warga yang dikhawatirkan jika tidak segera didamaikan akan berdampak negative lebih besar kepada warga di dua kelompok bertikai itu.
Kapolres Palopo, AKBP Guntur mengatakan berbagai upaya telah dilakukan pihak kepolisian, termasuk upaya perdamaian kedua kelompok dengan melibatkan unsur TNI, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di dua kelompok bertikai itu. Namun, Guntur menilai, upaya perdamaian itu tidak menunjukkan hasil positif, bahkan intensitas tawuran warga semakin meningkat.
Guntur menilai, dikhawatirkan konflik warga di Mancani itu dapat menjurus ke konflik SARA, mengingat konflik yang terus berulang ini akan mengarah pada isu ke-sukuan.
“Konflik di Mancani ini harus mendapat perhatian dari semua pihak, sebab tawuran yang awalnya hanya melibatkan pemuda dan remaja, namun belakangan ini sudah melebar sehingga melibatkan penduduk asli Mancani sehingga dikhawatirkan rawan terjadi konflik komunal berkepanjangan,” tegas Guntur.
Untuk diketahui, tawuran kembali pecah di Kelurahan Mancani, siang tadi. Kedua kelompok warga bahkan harus saling berhadap-hadapan dengan membawa berbagai jenis senjata tajam dan jenjata api rakitan. Tidak hanya itu, rumah warga di sekitar lokasi tawuran pun kerap menjadi sasaran pengursakan pelaku tawuran.




