Warga di Kelurahan Mancani, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo mengaku resah dengan maraknya tawuran antar warga yang terjadi melibatkan dua kelompok warga yang bertikai di kelurahan itu dalam sepekan terakhir. Rentetan tawuran ini bahkan sudah terjadi sebanyak lima kali dalam bulan Maret ini.
Jones, warga di kelurahan Mancani mengeluhkan jika rumahnya tiba-tiba diserang sekelompok warga, Minggu (9/3/14) siang tadi. Padahal, wilayah di Kecamatan Mancani sudah dijaga ketat aparat kepolisian dan TNI sejak tawuran yang terjadi sebelumnya.
“Saya hanya meminta petugas keamanan untuk bertindak tegas terhadap pelaku tawuran ini, sebab sudah meresahkan dan merugikan masyarakat setempat, termasuk warga yang tidak terlibat konflik,” ujar Jones.
Untuk diketahui, petugas dari kepolisian dan TNI sudah disiagakan di sekitar lokasi sejak tawuran pecah pada Sabtu (8/3/14) malam kemarin. Namun, entar kenapa, tawuran kembali pecah siang tadi sehingga menyebabkan beberapa rumah warga setempat rusak.
Tidak hanya masyarakat setempat yang dirugikan dalam insiden tawuran dua kelompok masyarakat ini, masyarakat yang melintas di Jalan poros yang menghubungkan Kota Palopo dengan Kabupaten Luwu Utara itu juga terpaksa harus bersabar untuk melintas akibat kericuhan ini. Kendaraan yang akan melintas terpaksa diberhentikan untuk menghindari pengendara menjadi korban dalam tawuran yang terjadi di tengah jalan poros itu.
Pantauan luwuraya.com, tawuran antar warga ini membuat dua kelopompok bertikai harus berhadap-hadapan dengan membawa berbagai macam senjata, seperti batu, parang, bahkan senjata rakitan tradisional jenis papporo.
Untuk diketahui, tawuran antar warga ini sebenarnya sudah sejak lama terjadi yang melibatkan warga Dusun uri dan Dusun Batu. Sesuai catatan redaksi, sejak tahun 2009, tawuran antar kedua kelompok warga ini sudah sering terjadi. Korbannya pun tidak hanya dari kelompok masyarakat yang bertikai saja, namun juga warga lainnya termasuk petugas kepolisian pernah menjadi korban dalam insiden ini. Selain itu, warga yang bertikai juga kerap mengarahkan sasaran amarah mereka ke bangunan yang ada di sekitar lokasi konflik, termasuk Kantor Kelurahan Mancani yang berada tepat di perbatasan antar dua dusun itu.




