Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Guntur: Konflik Antar Warga di Mancani Sudah Sejak Tahun 1980-an
Hukum

Guntur: Konflik Antar Warga di Mancani Sudah Sejak Tahun 1980-an

Redaksi
Redaksi Published 11 Maret 2014
Share
2 Min Read
SHARE

Kapolres Palopo, AKBP Guntur menyebutkan berlanrut-larutnya konflik di Kelurahan Mancani, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo harus mendapat perhatian serius dari seluruh pihak, baik dari pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, penegak hukum, maupun pemuka agama di Kota Palopo.

Pasalnya, konflik antar warga ini sudah terjadi sejak puluhan tahun silam. “Sesuai catatan kami di Polres Palopo, konflik warga di Dusun Uri dan Batu, yang merupakan daerah konflik ini, sudah terjadi sejak tahun 1980-an, sehingga jika ini dibiarkan berlarut-larut, akan memberikan dampak negatif terhadap masyarakat setempat,” ujar Guntur.

Menurutnya, salah satu langkah yang harus ditempuh adalah upaya perdamaian yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Palopo serta Kedatuan Luwu, serta pendekatan persuasif kepada kedua kelompok bertikai ini.

Sementara itu, Koordinator Lembaga Masyarakat Kreatif (LMK) Kota Palopo, Hasan Sufyan menilai persoalan yang terjadi di Kelurahan Mancani pada dasarnya di latar belakangi oleh kesenjangan sosial baik antara warga penduduk asli daerah itu maupun warga pendatang.

Dia menilai, karena kesenjangan sosial yang terjadi, sehingga membuat masyarakat lebih sensitif, yang dapat berdampak pada terjadinya konflik. “Kita tahu bersama, bahwa pemicu keributan di Kelurahan Mancani, pada umumnya disebabkan karena masalah sepele yang dibesar-besarkan, itu disebabkan karena masyarakat sudah menjadi sangat sensitif akibat kesenjangan sosial yang terjadi,” tegas Hasan.

“Seharusnya disini merupakan peran pemerintah untuk dapat menciptakan penyama rataan atas kesenjangan yang ada, perlu ada program yang lebih konkrit dari pemerintah, terutama dalam mengatasi masalah sosial seperti pengangguran dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat di daerah itu,” ujar Hasan.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

DKPP Jatuhkan Sanksi Peringatan kepada Samsul Alam

Obama Plt Hanura Sulsel, Kader Nilai OSO Tidak Konsisten

Bupati Budiman Buka Muscab IKA UNM Kab. Lutim

Kadis Kominfo-SP Buka Pelatihan Pengelolaan Website OPD Lingkup Pemkab Lutim

Atlet Tinju Kabupaten Luwu Timur Raih Prestasi Pada Kejurda Sulsel

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Mudahkan Pelayanan, Dinas Dukcapil Lutim Turun di Kecamatan
Next Article Ratusan Guru Agama Islam Keluhkan Dana Sertifikasi tak Dibayarkan

You Might Also Like

Luwu Timur

Hadiri Syukuran Panen, Bupati Respon Aspirasi Warga Mahalona Raya

13 Februari 2020
Luwu Timur

Pemdes Baruga Salurkan BLT Tahap II dan Gelar Vaksinasi

9 Juli 2022
Pendidikan

UNCP Rampungkan Program MBKM Mandiri

8 Februari 2025
Hukum

Sejak Januari, Korban Laka Di Lutim Capai 45 Orang

25 Juni 2015
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?