Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Ratusan Guru Agama Islam Keluhkan Dana Sertifikasi tak Dibayarkan
News

Ratusan Guru Agama Islam Keluhkan Dana Sertifikasi tak Dibayarkan

Redaksi
Redaksi Published 11 Maret 2014
Share
3 Min Read
SHARE

Ratusan guru agama Islam di Kabupaten Luwu Timur mengaku belum menerima dana sertifikasi guru sejak bulan November 2012 hingga Maret 2014 ini. Sementara dana sertifikasi tersebut diduga telah dicairkan.

“Sejak bulan November 2012 lalu hingga Maret 2014 kami belum mendapatkan dana sertifikasi padahal persyaratan untuk mendapatkan dana itu sudah kami penuhi. Sementara berkas sudah lama kami masukkan ke Departemen Agama (Depag) di Malili kok hingga saat ini belum terbayarkan,” ungkap Salah seorang guru agama Islam yang enggan dikutip namanya.

Dirinya menduga jika anggaran sertifikasi guru agama Islam ini diselewengkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. “Kemungkinan hak kami tersebut diselewengkan. Sementara dana yang seharus kami terima per orang dihitung perbulan minimal untuk golongan III rata-rata Rp2,7 juta dan golongan IV sebesar Rp3,6 juta,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha Departemen Agama (Depag) Kabupaten Luwu Timur, Muhammad Yunus yang ditemui awak media diruang kerjanya membenarkan jika dana sertifikasi guru agama Islam di Luwu Timur belum terealisasi ke semua guru agama. Sementara, anggaran sertifikasi guru tersebut masih terkendala di pemerintah pusat.

“Bukan kewenangan kita yang tetapkan anggaran, yang menetapkan adalah pemerintah pusat. Jadi kalau ada guru yang mengaku belum mendapatkan dana sertifikasi tersebut memang benar, karena dana tersebut masih ada di pusat,” ungkap Yunus.

Ditanya terkait jumlah guru agama penerima dana sertifikasi, Yunus menyarankan ke bagian Madrasah, Pendidikan Agama Islam (Mapendis) Departemen Agama Luwu Timur.

“Terkait jumlah guru dan anggaran silahkan hubungi langsung bagian Mapendis Depag karena dia lebih tahu,” ungkap Yunus.

Dikonfirmasi terpisah, Bagian sertifikasi dan kesiswaan Mapendis Depag Luwu Timur, Juarti mengaku sangat kewalahan dengan bertambahnya jumlah guru yang bersertifikasi setiap tahunnya. Pasalnya, dengan bertambahnya jumlah guru ini seharusnya anggaran tersebut seharusnya juga ikut bertambah namun kenyataannya tidak.

“Kami kewalahan karena setiap tahun guru agama Islam yang bersertifkasi terus bertambah sementara anggaran sertifikasi tetap,” ungkap Juarti.

Terkait dugaan penyelewengan anggaran, Juarti membantah. “Sekali lagi dana sertifikasi ini masih terkendala di pusat. Oleh karena itu, kami berupaya terus melakukan pengusulan agar dana tersebut dapat segera terealisasi ke masing-masing rekening guru,” ungkapnya.

Dirinya merincikan jika guru agama Islam di Kabupaten Luwu Timur untuk tahun 2013 sebanyak 103 orang diantaranya guru Madrasah PNS sebanyak 33 orang dan guru pendidikan agam Islam (PAI) 70 orang.

“Awalnya guru agama Islam pada tahun 2012 hanya 64 orang, dan tahun 2013 naik menjadi 103 orang, adapun persyaratan mendapatkan sertifikasi yakni mengajar 24 jam per minggu, absen guru dan pembagian tugas dari sekolah mengajar,” ungkap Juarti.

Data yang dihimpun dari Kantor Departemen Agama Kabupaten Luwu Timur, untuk tahun 2012 total anggaran yang belum tersalurkan ke rekening guru agama ini sebanyak Rp175 juta sementara tahun 2013 mencapai Rp3,4 Miliar. (*)

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

KNPI Gelar Seminar Budaya Tana Luwu

Pemkab Luwu Timur Gelar Family Gathering di Pantai Lampia Malili

Bupati Dampingi Peserta PENAS Lutra dari Berangkat Hingga Tiba di Aceh

Husler Hadiri Pengukuhan Pengurus PWI Luwu Timur

Wabup Budiman Sidak Puskesmas Mahalona

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Guntur: Konflik Antar Warga di Mancani Sudah Sejak Tahun 1980-an
Next Article DPRD Lutim Gelar Rapat Paripurna Hasil Reses Perseorangan

You Might Also Like

Metro

Nasib 2.617 Honorer K2 Palopo Kembali Ngambang

4 November 2015
Metro

Ribuan Warga Miskin di Luwu Timur Terima BLSM

16 Juli 2013
Luwu Timur

Badan Kesbangpol Lutim Musnahkan 1.152 Arsip Inaktif Retensi Dibawah 10 Tahun

5 Juli 2024
Hukum

Lima Rumah Disatroni Maling, Barang Elektronik Raib

15 Mei 2013
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?