Bupati Luwu Timur diwakili oleh Sekdakab Luwu Timur, Bahri Suli membuka secara resmi seminar Budaya yang digelar oleh KNPI Luwu Timur, di Desa Bawalipu Kecamatan Wotu, Senin (26/01/15).
Seminar tersebut diikuti oleh sejumlah tokoh masyarakat, Tokoh Adat Se-Kabupaten Luwu Timur, para Tenaga Pendidik Tingkat SD,mSMP dan SMA/sederajat.
Pada seminar yang menghadirkan pembicara tiga pakar budaya yakni Prof. DR. Edward Palimbunan dari UNHAS, Prof. Ima Kecuma, Guru Besar Sejarah UNM, Iwan Sumantri Dosen Unhas, dan Pemerhati Budaya Tanah Luwu, serta petinggi Kedatuan Luwu.
Seminar Sejarah dan Budaya yang Bertemakan Eksistensi Bumi Batara Guru Dalam Perjalanan Sejarah Tana Luwu, di Hadir Langsung Oleh Sri Paduka Datu Luwu, Andi. Maradang Mackulau dan Perangkat Adat Kedatuan Luwu serta Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Hamka Hidayat, Ketua BKKI Luwu Timur, Andi Yayat Pangerang, Wakil Ketua DPD I KNPI Provinsi, Wahyuddin Alkadry, Camat Wotu, Awaluddin, dan Muspika.
Sekda Lutim, Bahri Suli dalam kesempatan itu mengatakan seminar ini dapat menjadi salah satu langkah strategis bagi pemerintah dan pelaku budaya untuk merumskan berbagai hal maupun gagasan- gagasan untuk menjaga tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal tana luwu.
Selain itu, Bahri juga mengatakan seminar ini dapat menjadi wadah membina dan mempererat hubungan silaturahmi antara sesama pelaku budaya termasuk memberikan kontribusi bagi terciptanya semangat persatuan dan kesatuan, memperkuat harmoni, kerukunan dan toleransi dalam kehidupan bersama serta mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal.
Ketua DPD KNPI Luwu Timur, Fauzi Lukman dalam Sambutanya mengatakan bahwa budaya merupakan akselerasi yang bersumber dari wawasan nilai luhur pendahulunya, sebagai hasil cipta akal budi, rasa dan karsa yang tetap mengekspresikan berbagai aspek kehidupan dan menjadi landasan pembangunan yang bermanfaat dalam pembentukan jati diri generasi ke generasi.
Fauzi lebih Lanjut mengatakan oleh karena itu,nilai-nilai budaya menjadi sangat penting sebab budaya tidak selalu mengajarkan hal-hal yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat daan mengutuk perilaku yang bertentangaan dengan budaya.
“Melestarikan sejarah serta budaya yang telah ratusan bahkan ribuan tahun lamanya, di antaranya dengan mengadakan seminar tentang sejarah, seprti yang KNPI lakukan hari ini,” tutupnya.




