Kapolres Luwu, AKBP Alan G Abast menegaskan jika target ledakan jaringan teroris Santoso, di wilayah Kabupaten Luwu, ternyata bukanlah cafe atau warung remang-remang, malinkan hanya sebuah warung kecil.
Meski begitu, Alan mengakui jika dirinya belum pernah mengunjungi lokasi tersebut. Diketahuinya target ledakan bom di Belopa, Kabupaten Luwu itu, menyusul ditangkapnya tiga orang pelaku penyelundupan bom pipa asal Surabaya melalui jasa ekspedisi di wilayah Sengkang, Kabupaten Wajo. Dari keterangan tiga pelaku, diketahui jika target ledakan adalah warung remang-remang di Barabba, Kecamatan Belopa.
“Saya sendiri belum pernah ke sana, karena lokasinya yang jauh masuk dari jalan raya, lagian yang jadi target sasaran ledakan itu bukanlah café malainkan hanya sebuah warung kecil saja,” ujar Alan.
Meski begitu, pihak kepolisian tidak melakukan penjagaan khusus di wilayah yang telah menjadi target sasaran pemboman itu. “Kami hanya intenskan operasi cipta kondisi di Wilayah Kabupaten Luwu,” ujar Alan.
Untuk diketahui, dua buah paket bom pipa diamankan oleh pihak kepolisian pada sebuah perusahaan ekspedisi di wilayah Kabupaten Wajo, selain itu polisi juga mengamankan tiga orang yang diduga sebagai pelaku penyelundupan bom pipa tersebut, yang diduga merupakan jaringan teroris dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur, Pimpinan Santoso.




