Pihak Kepolisian Resor Luwu memperketat pengamanan di daerah itu menyusul ditangkapnya tiga pelaku penyelundupan bom pipa pada salah satu perusahaan ekspedisi di Sengkang, Kabupaten Wajo. Bom pipa itu rencananya akan diledakkan di Kota Belopa, Kabupaten Luwu.
Kapolres Luwu, AKBP Alan G Abast mengatakan pihaknya telah meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya penangkapan tersebut. “Saat ini kami tengah merutinkan kegiatan operasi cipta kondisi sertia meningkatkan fungsi intelejen,” ujar Alan.
“Kami belum menemukan adanya terduga teroris maupun jaringannya yang beroperasi di Kabupaten Luwu, namun kami akan tetap waspada untuk mencegah hal – hal yang tidak diinginkan bisa terjadi,” tegas Alan.
Dia pun mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya aktifitas mencurigakan yang terjadi di sekitar lingkungan masyarakat.
Untuk diketahui, dua buah paket bom pipa diamankan oleh pihak kepolisian pada sebuah perusahaan ekspedisi di wilayah Kabupaten Wajo, selain itu polisi juga mengamankan tiga orang yang diduga sebagai pelaku penyelundupan bom pipa tersebut, yang diduga merupakan jaringan teroris dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur, Pimpinan Santoso.
Dari keterangan tiga pelaku yang ditangkap, dua bom pipa itu rencananya akan diledakkan di sebuah warung remang-remang di Barabba, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu. Namun menariknya, tidak diketahui mengapa warung kecil di Barabba tersebut yang dijadikan target ledakan. Pasalnya, lokasi warung itu sangat jauh dari jalan raya, dan lokasi yang terpencil dari pemukiman penduduk.




