Memasuki dua tahun terbentuknya Federasi Pertambangan dan Energi Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Kabupaten Luwu Timur (FPE KSBSI) Puluhan buruh dan aktivitas perburuhan yang tergabung dalam FPE KSBSI Kabupaten Luwu Timur menggelar Rapat Kerja Cabang dan Seminar Di Gedung OntaE Luwu, Sorowako Kecamatan Nuha, Senin (24/3/14).
Rapat kerja cabang dan seminar sehari FPE SBSI bertajuk “ Membangun Industrial yang Harmonis dengan Sosial Dialog” tersebut dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur Bahri Suli, dengan menghadirkan pembicara antara lain Kepala Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) FPE SBSI Riswan Lubis, Management PT. Vale Indonesia Tbk yang diwakili oleh GM Industrial Respati Bayu Aji dan SGM HR PT. Vale Indonesia Syaiful Syahman, Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Palopo Rofolus Pasaribu serta Kepala Bidang Hubungan Indutrial dan Perlindungan Tenaga Kerja Kabupaten Luwu Timur Muhammad Azfar.
Menurut Denis Dayan Kadama selaku Ketua DPC FPE SBSI Kabupaten Luwu Timur mengatakan, Rapat kerja tersebut merupakan agenda tahunan, yang bertujuan mengevaluasi dan membentuk program kerja kedepannya.
“Rakerwil ini merupakan agenda tahunan kita, yang nantinya akan mengevaluasi kegiatan-kegiatan kita selama setahun belakangan dan membuat program kerja baru, ” kata Denis.
Sementara itu Ketua DPP FPE SBSI Riswan Lubis mengatakan rapat kerja ini merupakan salah satu bentuk pengembangan komunikasi antara para pemangku kepentingan didaerah ini dalam rangka melakukan perbaikan perbaikan dibidang hubungan industrial kedepannya.
Menurutnya, unjuk rasa atau mogok kerja bukan lagi jalan keluar terbaik dalam menyelesaikan masalah, namun saat ini FPE SBSI mengajak para buruh/pekerja dan pihak terkait untuk dapat duduk bersama dan membangun dialog mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan.
Dalam kesempatan tersebut, Riswan Lubis mengimbau kepada seluruh buruh jika mengalami permasalahan yang menimpanya akibat kebijakan yang tidak pro buruh untuk tetap mengedepankan dialog dalam mencari solusi. sebab menurutnya, berunjuk rasa hanya menyita hari kerja dan merugikan semua pihak.
Hal senada diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur Bahri Suli bahwa permasalahan ketenagakerjaan khususnya hubungan industrial diakui sangat kompleks namun kita perlu berupaya secara optimal mencari solusi yang baik yang dapat menguntungkan semua pihak.
Lebih lanjut, Bahri Suli mengungkapkan dibidang hubungan industrial para pelaku proses produksi tidak selamanya berjalan harmonis oleh karena itu perlu diadakan komunikasi atau dialog dengan pihak terkait dalam hal ini serikat pekerja, pengusaha serta pemerintah.
“Olehnya itu, saya berharap kepada peserta raker Federasi Pertambangan dan Energi SBSI dapat memberika masukan kepada pemerintah mengenai perkembangan hubungan industrial antara serikat pekerja dan pengusaha, agar nantinya pemerintah dapat mengambil kebijakan tepat yang dapat mengakomodir kepentingan semua pihak untuk membangun ketenagakerjaan” tutup Bahri.
Turut hadir pada acara pembukaan raker dan seminar tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Mas’ud Masse, Kepala Unit Pembantu BPJS Kabupaten Luwu Timur Albertus, Kabag Humas & Protokol Amran Aminuddin serta beberapa aktivis buruh.