Setelah berhasil meraih jawara pada Lomba Desa Siaga tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2013 lalu, tahun ini Kabupaten Luwu Timur optimis meraih gelar juara dalam penilaian Kampung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tingkat Nasional yang dipusatkan di Desa Puncak Indah Kecamatan Malili, Jumat (02/05)
Dihadapan ketua tim penilai PHBS, Ratna Farida dan rombongan, Sekretaris Daerah, Bahri Suli mengaku optimis dapat meraih juara, pasalnya PKK Luwu Timur dan seluruh komponen terkait telah berupayabmaksimal melakukan sosialisasi dan pembinaan bagi warga untuk memenuhi indikator penilaian.
Menurut Bahri, sangat membanggakan apa yang dilakukan pemerintah dan masyarakat Desa Puncak Indah Malili. “mampu berprestasi sekaligus mewakili Provinsi Sulawesi Selatan pada Lomba PHBS Tingkat Nasional,” ungkap Bahri
Dijelaskan Bahri, PHBS secara umum terdiri dari lima tatanan, diantaranya tatanan tempat-tempat umum, tatanan sarana kesehatan, tatanan pendidikan, tatanan tempat kerja, dan tatanan rumah tangga. Dari lima tatanan yang ada, tatanan rumah tangga menjadi prioritas pelaksanaannya tanpa mengabaikan tatanan yang lainnya. Hal ini dikarenakan untuk mewujudkan suatu kabupaten sehat tentunya diawali dengan kondisi rumah tangga yang sehat dan berlanjut dalam suatu wilayah atau lingkungan.
Ia juga berharap lomba yang diikuti ini dapat menjadi stimulan bagi desa-desa yang lain untuk berbenah diri dalam menciptakan masyarakat yang ber PHBS.
Ketua tim penilaian PHBS, Ratna Farida mengatakan secara administratif dari ratusan kabupten yang mengikuti lomba, Kabupaten Luwu Timur masuk nominasi enam Kabupaten se-Indonesia yang telah berhasil mengikuti lomba ini.
Ke enam Kabupaten itu antara lain, Kabupaten Tenggamus Provinsi Lampung, Batang Hari, Jambi, Magetan, Jawa Timur, Klaten, Jawa Tengah, Kabupaten bandung dan Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Lebih lanjut dikatakan, dari enam peserta yang dinyatakan lolos mengikuti lomba PHBS Tingkat Nasional ini dipastikan telah menang semua. Hanya urutan yang belum diketahui.
Untuk diketahui, tim penilaian berasal dari empat kelompok. Yaitu dari kesehatan, BKKBN, Kemendagri, dan PKK pusat.




