Tiga orang bocah diamankan jajaran Kepolisian Resor Palopo,ketiga bocah putus sekolah ini diduga terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor di Jl Andi Kambo, Palopo, Jumat 9 Mei kemarin, sekitar pukul 19.30 Wita.
Kepala Kepolisian Resor Palopo, AKBP Muhammad Guntur mengatakan, sepeda motor yang dicuri adalah milik seorang warga yang kebetulan mampir di warung makan. “Sepeda motornya diparkir dekat warung makan, sedangkan kunci kontaknya juga lupa dilepas,” kata Guntur.
Guntur mengkonfirmasikan, ketiga bocah tersebut berinisial Aw (12), Ap (12) dan Ip (10) adalah bocah putus sekolah, mereka bertiga sehari-harinya bekerja sebagai juru parker liar di sejumlah tempat keramaian dalam Kota. “Dari keterangan seorang pelaku, mereka hanya disuruh oleh seorang pria dewasa bernama Rio untuk mengambil sepeda motor tersebut, dengan iming-iming akan diberikan uang,”ujarnya.
Meski disangka terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor, namun ketiga bocah tersebut tidak dijebloskan dalam sel tahanan polres Palopo, alasannya mereka masih anak-anak yang hukuman pidananya diatur oleh undang-undang perlindungan anak. “Tidak kami jebloskan dalam sel, hanya saja, ketiganya wajib berada dalam lingkungan Mapolres Palopo, dan dalam pengawasan anggota kami, aw dan dua rekannya tidak boleh meninggalkan Mapolres Palopo sampai pelaku utamanya kami tangkap,” tuturnya.
Aw, (12) seorang pelaku mengatakan, awalnya dia bersama dua rekannya, sedang duduk-duduk di depan warung, selang beberapa menit, datanglah seorang pengunjung dengan mengendarai sepeda motor. Saat masuk dalam warung, kunci kontak sepeda motornya tidak dilepas.
“Saat itu Rio menghampiri kami, dan menyuruh kami memindahkan sepeda motor tersebut menjauh dari warung, awalnya kami menolak, tapi Rio terus membujuk kami dan berjanji akan memberikan uang sebagai imbalan,” kata Aw.
Bujukan Rio akhirnya dituruti, sepeda motor tersebut mulai dipindahkan, begitu menjauh dari warung dan tidak terlihat oleh pemiliknya, Rio kemudian mendekat dan langsung mengambil sepeda motor tersebut.
“Setelah sepeda motornya menjauh dari warung, Rio datang dan mengambilnya, dia langsung kabur dan kami tidak diberikan uang,” ujarnya.




