Dua siswa di Sekolah Dasar (SD) Negeri 231 Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, mengaku telah dianiaya oleh kepala sekolahnya sendiri. Hal itu lantaran kedua siswa diduga telah melakukan kesalahan yakni mengambil ikan di dalam kolam yang ada disekolahnya.
Kedua siswa yang diketahui bernama Yuga (9) dan Syahril (10) ini melaporkan tindakan kekerasan yang diterimanya kepada orang tua mereka. Kejadian ini bermual saat Sabtu (17/5/14) lalu, keduanya mendapat perlakuan kasar dari kepala sekolahnya yang menghukum keduanya. Ironisnya, perlakuan kasar tersebut dilakukan dihadapan puluhan siswa lainnya.
Salah seorang Ibu kandung korban, Juarni mengatakan tidak terima dengan perlakuan kasar kepala sekolah SDN 231 Padang Sappa, Fadel, tersebut. Dia pun mengaku telah melaporkan kepala sekolah itu ke Mapolsek Padang Sappa untuk diproses secara hukum.
Dia menceritakan, jika kasus ini terjadi lantaran Yuga dan Syahril yang dituduh telah memasuki kolam yang ada di halaman sekolah. Selain itu, mereka berdua juga dituduh telah menangkapi ikan yang ada di dalam kolam, termasuk merusak sejumlah tanaman yang ada di pinggiran kolam.
“Jumat sore memang Yuga sama Syahril memang ke sekolah, karena dipanggil oleh beberapa teman mereka yang sudah ada lebih dahulu bermain di dalam kolam, mungkin karena itu mereka dihukum,” ujar Juarni.
Hukuman baru diperoleh kedua siswa malang itu esok harinya. “Saya dapat laporan dari anak saya, dan juga beberapa teman-teman mereka yang melihat jika Fadel menyeret keduanya ke kolam dan ditelanjangi, semua teman-temannya dipanggil untuk menyaksikan Yoga dan Syahril disiksa,” tuturnya.
Tidak sampai disitu, kepala dua siswa ini ditenggelamkan dalam kolam ikan, bahkan juga kepala mereka diinjak. “Tidak cukup ditenggelamkan dan diinjak, Yuga dan Syahril juga ditampar menggunakan map kertas,” ungkap Juarni.
“Saya baru mengetahui kejadian ini Sabtu sore setelah beberapa teman anak saya mengantar pulang ke rumah dan menceritakan kejadian ini, saya langsung membawa kasus ini ke Mapolsek Padangsappa dan melaporkan Fadel,” ujar Juarni.
Dia pun merincikan, akibat kejadian ini, Yuga anaknya menjadi trauma dan tidak mau lagi bersekolah. “Dia (Yuga) bilang tidak mau lagi masuk sekolah karena malu sama teman-temannya, dia juga mengeluh sakit pada bagian telinga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SDN 231 Padang Sappa, Fadel yang coba dikonfirmasi tidak berhasil dilakukan, nomor kontaknya pun di luar jangkauan.




