Dua kelompok masyarakat yang kerap bertikai di Kecamatan Telluwanua, yakni dari Dusun Uri dan Dusun Batu, akhirnya sepakat berdamai. Perdamaian itu ditandai dengan pemotongan satu ekor kerbau yang merupakan sumbangan dari Wali Kota Palopo, Judas Amir.
Dalam perdamaian yang dihadiri ratusan warga dari kedua belah pihak itu, tampak suasana kekeluargaan yang cukup erat. Kedua belah pihak seakan sudah melupakan konflik yang pernah terjadi di daerah itu.
Perjanjian itu pun ditandai dengan pembacaan ikrar perdamaian oleh perwakilan kedua belah pihak. “Barang siapa mengulangi ini akan diinjak kerbau sampai ke tanah lapis tujuh, dan ditanduk kerbau sampai terlempar ke langit ke tujuh dan diusir dari kampung tanpa membawa harta yang dimilikinya,” bunyi isi ikrar tersebut.
Informasi yang dihimpun, demi perdamaian ini, Judas menyumbangkan seekor kerbau seharga Rp23 juta. Perdamaian itu pun dilaksanakan dengan makan bersama antara masyarakat yang bertikai dengan unsure pemerintah dan kepolisian, yang ditutup dengan salam-salaman sebagai tanda berdamainya masyarakat dari dua desa tersebut.
Dalam pertemuan itu, Judas Amir mengatakan pertemuan itu menjadi sejarah dan seluruh orang yang hadir menjadi saksi bagaimana menciptakan kedamaian di daerah ini. Perdamaian itu, menurutnya, harus dipegang teguh kedua belah pihak sebagai bentuk kesungguhan dari masyarakat yang ingin merasakan adanya ketentraman terutama di wilayah Mancani.
“Yang masih mau berkelahi di sini seperti yang terjadi selama ini, jangan mi pergi dikuburkan kalau ‘tewas di perang’. Harus diberikan sanksi seperti itu, biar keluarga mereka sendiri saja yang kuburkan mereka yang selalu menjadi biang onar keributan,” ujar Judas.
Judas pun meminta kepada masyarakat untuk tidak membela mereka yang menjadi penyebab keributan, walaupun itu adalah keluarga sendiri. Sebab, jika hal itu terjadi, maka perdamaian ini tidak akan menghasilkan apa-apa.
“Bahkan kalau perlu, mereka yang terlibat harus diperberat hukumannya agar bisa bertobat,” ujar Judas disambut tepuk tangan riuh dari masyarakat.
Yang perlu saya tekankan disini, bahwa kegembiraan hari ini bukan disebabkan karena pertikaian yang terjadi beberapa waktu lalu, namun karena adanya kesepakatan bersama untuk tidak mengulangi ‘aib’ yang pernah terjadi di masa lalu.
“Kita gembira saat ini karena sudah ada kesepakatan dalam hati kita semua yang hadir saat ini, karena semuanya sudah sepakat untuk tidak mengulangi kembali hal-hal buruk yang terjadi di masa lalu,” tegas Judas.




