Setiap musim hujan tiba, warga di dua kecamatan di bagian selatan Kabupaten Luwu yakni Kecamatan Suli dan Larompong diliputi rasa cemas, betapa tidak, saat musim hujan itu tiba, banjir meneror dua Kecamatan tersebut. seperti yang terjadi awal tahun 2013 yang lalu, ratusan rumah di wilayah Suli dan Larompong terendam air bercampur lumpur. bahkan ratusan ton gabah petani rusak.
Rahmanu, warga Desa Sampano, Larompong kepada luwuraya.com justru menyalahkan pemerintah Kabupaten Luwu yang dinilai tidak serius menangani banjir yang setiap tahun melanda dua kecamatan tersebut.
“Jika pemerintah memang serius, pasti rasa takut akan terjadinya banjir tidak akan lagi kami rasakan,” kata Rahmanu.
Menurutnya, pendangkalan sungai dan banyaknya penebangan pohon di hutan menjadi penyebab utama terjadinya banjir, harusnya menurut Rahmanu, pemerintah sudah melakukan upaya-upaya untuk mencegah terjadinya banjir yang mengancam warga.(*)
Haswadi




