Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Masuk Musim Kemarau, Daerah Luwu Raya akan Alami Cuaca Ekstrem
Ekonomi

Masuk Musim Kemarau, Daerah Luwu Raya akan Alami Cuaca Ekstrem

Redaksi
Redaksi Published 31 Juli 2014
Share
2 Min Read
SHARE

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau akan melanda wilayah Luwu Raya selama empat bulan kedepan, terhitung sejak Agustus hingga November mendatang.

Kepala Stasiun Meteorologi (Stamet) Masamba, Tekad Sumardi, mengatakan musim penghujan untuk wilayah Luwu Raya akan berakhir pada Juli, dan Agustus masyarakat akan menghadapi perubahan musim secara ekstrem, yaitu dari musim hujan ke musim kemarau.

Menurutnya, dampak dari masuknya musim kemarau kali ini, yakni kondisi suhu udara yang sangat panas, terutama di siang hari, dan suhu udara dingin di malam hari. “Saat ini akan menghadapi cuaca yang sangat berbeda yaitu panas pada siang hari dalam beberapa bulan kedepannya,” ujar Tekad.

Pihak memprediksi, suhu udara pada siang hari akan mencapai batas tertinggi yaitu antara 33-35 derajat celsius, dan pada malam hari akan mengalami suhu udara dingin di bawah 19 derajat celcius.

Kepada petani, Tekad menyarankan agar selama musim pancaroba nanti, petani diharapkan agar menghindari menanam tanaman yang membutuhkan banyak air, seperti menanam kakao, kelapa sawit dan beberapa tanaman lainnya, termasuk tanaman padi jika areal sawah jauh dari irigasi atau Daerah Aliran Sungai (DAS).

Bagi daerah yang berada di daerah irigasi atau dekat sungai, bisa saja melakukan penanaman pohon dan tanaman pertanian, namun harus dibantu dengan air.

“Agar menghindari kerugian yang lebih banyak oleh petani, diharapkan agar memperhitungkan terlebih dahulu sebelum melakukan penanaman, jika perlu meminta petunjuk dari dinas pertanian atau instansi terkait setempat sebelum melakukan aktifitas pertanian dan perkebunan,” ujar Tekad.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Irfan Resmi Menjabat Plt Direktur RSUD I La Galigo Luwu Timur, Gantikan Budi Amran

Uthiasari: Angka Kelahiran Tinggi, Kemiskinan dan Beban Negara Juga Tinggi

Siswa SMPN 1 Kalaena Ini Juara 1 Pencak Silat Ajang O2SN Tingkat Sulsel

Dinilai Tak Berizin, Warga Bajo Barat Desak Penutupan Pabrik PT HGP

Budiman Berharap Perusahaan Lain di Lutim Menyekolahkan Anak-Anak

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Edan, Siswi SD Ini Dua Tahun Dirudapaksa Bapak Tirinya
Next Article Membingungkan, Hari Libur Sekolah Versi Bupati dan Dinas Berbeda

You Might Also Like

Metro

Sekda Buka Rekrutmen Pegawai Rativi

28 Januari 2017
Luwu Timur

Kelembagaan Lokal Aktor Utama Pendorong Partisipasi

5 Juni 2014
Politik

Bawaslu Sulsel Temukan 230 Pemilih Ganda di PSU Palopo

11 April 2025
Luwu Timur

Dalam Sehari Damkar Lutim Lakukan Dua Aksi Penyelamatan

5 Maret 2022
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?