Bakal Calon Bupati Luwu Timur, Abdul Rahman Rauf (AR2) menilai program Agroindustri yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur realisasinya dinilai masih jauh dari harapan. Hal itu diungkapkan Rahman saat menggelar jumpa pers di Warkop Aleta Palopo, Selasa (5/8/14) siang tadi.
Menurut Rahman, pemerintah saat ini belum memiliki konsep yang jelas untuk mencapai target agroindustri 2015 seperti yang digembar-gemborkan selama ini. Hal itu terlihat dari belum maksimalnya program pertanian di masyarakat yang masih menggunakan pola lama, yakni tanam-petik-jual.
“Seharusnya, program Agroindustri ini mampu merubah konsep petani menjadi tanam-petik-olah-jual, sehingga bisa menambah nilai ekonomis produk di masyarakat,” ujar Rahman.
Tidak hanya dibidang pertanian, di bidang perikanan juga dinilai masih belum menjadi perhatian pemerintahan saat ini. “Buktinya, potensi perikanan di Luwu Timur sangat besar, namun belum ada pengelolaan yang bagus, termasuk masalah penjualan. Hasil perikanan selama ini hanya dijual mentah saja di luar daerah,” ungkapnya.
Meski mengkritisi program Agroindustri Pemkab Lutim, Rahman justru memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program pemerintah di bidang pendidikan dan kesehatan di daerah itu.
“Khusus di bidang pendidikan dan kesehatan, saya menilai sudah cukup baik meski belum maksimal. Perlu ada upaya-upaya khusus agar program pendidikan dan kesehatan dapat dicapai lebih baik lagi,” ungkapnya.
Dia mencontohkan, selama ini pola penanganan pasien di rumah sakit di Luwu Timur masih memprioritaskan perujukan ke luar daerah. “Seharusnya, rumah sakit di Lutim itu sudah bisa menjadi rumah sakit rujukan, pasien dari luar daerah yang dirujuk ke rumah sakit Lutim,” tegasnya.
Asdhar




