Majelis Ulama Indonesia (MUI) Palopo mengimbau seluruh pihak untuk mengantisipasi tumbuhnya gerakan Islamic State Of Iraq and Syiria (ISIS), khususnya di Kota Palopo.
Ketua MUI Palopo, Syarifuddin Daud mengatakan pihaknya tidak menginginkan masuknya gerakan ISIS di Palopo, karena dianggap berbahaya karena mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dia pun menilai, perlunya antisipasi dari seluruh pihak, terutama masuknya gerakan ISIS yang memanfaatkan pemuda dan mahasiswa sebagai motor penggeraknya.
“Apalagi kemungkinan besar ISIS akan merekrut kalangan pemuda dan mahasiswa untuk menyebarkan pahamnya sehingga sangat perlu untuk dilakukan berbagai upaya untuk melakukan pencegahan khususnya di kota Palopo,” ujarnya saat menghadiri rapat koordinasi di Kantor DPRD Kota Palopo, siang tadi.
Untuk itu, Syarifuddin mengharapkan peran aktif pihak sekolah maupun perguruan tinggi untuk memberikan pembinaan terhadap peserta binaannya agar menghindari dan mewaspadai tumbuhnya gerakan ISIS.
Kapolres Palopo AKBP Muhammad Guntur mengatakan, pantauan pihak kepolisian, gerakan ISIS di Kota Palopo belum ada yang tumbuh secara terang-terangan.
Dia pun mengimbau kepada Pemerintah Kota Palopo untuk giat melakukan rapat koordinasi dengan komunitas intelejen daerah, serta melakukan sharing informasi sehingga benar – benar bisa diyakini jika Palopo bebas dari gerakan ISIS.
Menurutnya, koordinasi itu tidak hanya melibatkan elemen tokoh masyarakat dan agama, tetapi juga dengan seluruh elemen baik di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW, terkait bahaya gerakan ISIS, sehingga sosialisasi luas kepada masyarakat bisa lebih terarah.
“Apalagi jika dilihat di beberapa daerah, gerakan ini menyasar masyarakat bawah, sehingga penting untuk melibatkan seluruh elemen hingga tingkat terkecil di masyarakat,” ujar Guntur.
Dia pun menjamin akan segera mengumpulkan seluruh aparat kamtibmas di Palopo untuk ikut menyosialisasikan kepada warga agar tidak terprovokasi dan ikut-ikutan dengan organisasi ISIS.
Sementara itu, Legislator Palopo, Alfri Jamil mendesak kepada seluruh Lurah untuk melakukan deteksi dini di masyarakat. “Seluruh Lurah dan aparatnya wajib melakukan deteksi dini di masyarakat, dan jika ditemukan hal-hal yang mulai mencurigakan, agar segera mungkin dilaporkan,” tegasnya.




