Nasib nahas dialami oleh Masnur, warga Dusun Malise Tasi, Desa Bantilang, kecamatan Malili. Pasalnya, dia menjadi korban pemarangan oleh salah seorang warga yang masih tinggal berdekatan rumah, Kamis (18/9/14) sekitar pukul 20.00 wita.
Informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula saat pelaku yang diketahui bernama Abbas Nawir sedang bertengkar dengan anak tirinya sendiri, Suryani di rumah kontrakan milik korban.
Saat itu, Masse merasa gelisah mendengar pertengkaran itu, dan mencoba menegur dan menengahi keduanya. Sayangnya teguran korban itu tidak diterima baik oleh Abbas, sehingga langsung mengejar korban dengan sebilah parang panjang.
Bersyukur, korban tidak mengalami luka serius namun dari hasil visum, korban mengalami luka ringan pada punggung tangan, telunjuk kiri dan ibu jari kanan dengan mendapat jahitan. Sementara pelaku beserta barang bukti berupa sebilah parang panjang sudah diamankan di Mapolres Luwu Timur.
“Awalnya saya mendengar mereka bertengkar dengan anak tirinya, saat itu saya sempat menegur karena suara akibat pertengkaran mulut itu didengar sangat keras, namun tiba-tiba saya dikejar dengan parang,” ungkap Masse yang merupakan penyalur salah satu Koran harian terbitan nasional.
Kapolres Luwu Timur, AKBP Rio Indra Lesmana yang dikonformasi awak media membenarkan adanya kejadian ini. Sementara tersangka dan barang bukti berupa parang panjang yang digunakan pelaku pemarangan ini sudah diamankan di Mapolres Luwu Timur.
“Kita sudah amankan tersangka dan barang buktinya untuk diproses lebih lanjut,” ungkap Rio. (*)




