Taman yang dipenuhi dengan pohon-pohon rindang yang terletak di Desa Puncak Indah Malili, yang selama ini dikenal sebagai Taman Sayang seharian menjadi ramai oleh ratusan siswa SD, SMP, dan SMA yang mengikuti Lomba Kreasi dan Daur Ulang Sampah Plastik.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Forum Komunitas Hijau Malili (FKH Malili) bekerja sama dengan Dinas TataRuang dan Pemukiman. Forum Komunitas Hijau Malili setiap tahunnya melakukan berbagai kegiatan dalam upaya mewujudkan Kota Malili sebagai Kota Hijau. Program Kota Hijau adalah bagian dari Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) Kementerian Pekerjaan Umum.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Labesse yang mewakili Bupati Luwu Timur mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Forum Komunitas Hijau sebagai upaya untuk meningkatkan kreatifitas dan inovasi remaja dan pemuda.
Pemerintah daerah juga mengharapkan semua pihak khususnya instansi terkait bersama Forum Komunitas Hijau berupaya lagi untuk menggalang elemen masyakat yang lebih luas lagi untuk menggalakkan penghijauan dalam wilayah perkotaan dan pemukiman. Selain itu, Bupati Luwu Timur mengharapkan semua pihak untuk menjadikan kebersihan lingkungan sebagai kebutuhan hidup bukan sekedar tuntutan kegiatan perlombaan semata.
Dalam acara ini hadir pula perwakilan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) yaitu Bayu Wardhana yang dalam sambutannya menekankan pentingnya melaksanakan kegiatan ini setiap tahunnya.
“Untuk membangkitkan semangat Go Green dikalangan masyarakat dan khususnya kalangan pelajar maka kegiatan lomba seperti ini perlu dilaksanakan setiap tahunnya,” ujar Bayu.
Lebih lanjut Bayu menjelaskan bahwa sebagai langkah awal kegiatan ini difasilitasi oleh Kementrian Pekerjaan Umum, akan tetapi kelanjutannya diharapkan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat.
Disela-sela lomba, Koordinator Forum Komintas Hijau Malili (FKH) Andi Zulkarnain menjelaskan tujuan umum dari kegiatan ini adalah sebagai upaya mengurangi jumlah sampah plastik dan sampah non organik lainnya yang susah terurai dalam tanah.
“Bumi kita sudah sangat terbebani dengan sampah plastik yang tercipta karena pola hidup masyarakat yang tidak sadar akan dampak dari sampah plastik secara berkepanjangan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga bertujuan juga untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa bahan-bahan yang selama ini menjadi sampah dapat dimanfaatkan kembali, mengirit biaya bahkan dapat memberikan tambahan penghasilan.
Sementara hasil perlombaan tersebut untuk tingkat SMA yang keluar sebagai juara pertama adalah tim dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Malili, tingkat SMP dijuarai oleh SMP Negeri 1 Malili dan jawara tingkat SDN adalah SDN 221 Malili. Kegiatan ini diikuti oleh 24 sekolah yang ada di Kecamatan Malili dan rata-rata sekolah mengirim 2 atau 3 tim yang beranggotakan 7 orang per tim.




