Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Pemkab. Lutim Gelar Sosialisasi Daerah Rawan Bencana
Luwu Timur

Pemkab. Lutim Gelar Sosialisasi Daerah Rawan Bencana

Redaksi
Redaksi Published 13 November 2019
Share
2 Min Read
SHARE

LUTIM – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana di Aula Kecamatan Angkona, Rabu (13/11/2019).

Kepala Pelaksana BPBD, Muhammad Zabur mewakili Bupati Lutim mengatakan, secara Nasional Luwu Timur masuk zona merah daerah rawan bencana. Khusus di Wilayah Angkona, potensi bencana longsor yang mendominasi.

“Ada 16 rumah yang dibangun untuk warga terdampak bencana longsor di Maliwowo Angkona dan empat rumah di Desa Ussu akibat longsor beberapa waktu lalu. Dalam waktu dekat rumahnya rampung dan akan diserahkan kepada masyarakat,” kata Zabur.

Disamping rawan bencana, kata Zabur, wilayah Luwu Timur juga merupakan daerah pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Oleh karena itu, sosialisasi daerah rawan bencana ini penting dilakukan agar pembangunan infrastruktur juga tetap memperhatikan aspek kebencanaan.

Potensi curah hujan kedepan akan tinggi. Wilayah Ussu akan sangat rawan karena terjadi perubahan bentuk aliran sungai akibat aktivitas masyarakat. Hal ini, kata Zabur, harus mampu diantsipasi lebih awal karena perubahan bentuk aliran sungai yang dibuat lurus dan tidak berkelok-kelok sesuai bentuk alamiahnya. Apalagi bentukan sungai baru ini lebih kecil dari aliran sungai sebelumnya.

“Jika hal ini tidak segera dibenahi tentu akan menimbulkan kerawanan jika curah hujan tinggi dan akan berpotensi mengakibatkan bencana banjir,” tambahnya.

“Sosialisasi daerah rawan bencana ini sangat penting agar masyarakat memahami dengan baik potensi bencana yang ada di wilayahnya. Patut dipahami penanganan bencana merupakan tanggungjawab bersama antara Pemerintah dan stakeholder sehingga perlu diberikan pemahaman tentang kesiapsagaan bencana,” tutupnya. (hms/ikp/kominfo)

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Terkait Penambang Illegal, DPRD Lutim Minta Hentikan Aktifitas

DPT di Lutim Berkurang Hingga 1.469 Orang

Pemda Lutim Bentuk Kelompok Tabungan Qurban

Giliran Kades Lampenai Mangkir Dari Panggilan Jaksa

Kampus I Uncok Disegel, Ratusan Mahasiswa Tidak Dapat Kuliah

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Mahasiswa Blokade Jalan Trans Sulawesi
Next Article Polres Palopo Perketat Penjagaan Pasca Ledakan Bom di Medan

You Might Also Like

Luwu Timur

Bupati Luwu Timur Silaturahmi Dengan KKLR

16 Oktober 2019
Luwu TimurNews

WIZ Lutim Santuni Dua Wanita Ini Usai Ikrarkan Syahadat di Masjid Desa Harapan

21 September 2021
Luwu Timur

Desa Matano Iniaku Juara 2 se-Indonesia Kategori Kelembagaan Pada ADWI 2022

31 Oktober 2022
Luwu Timur

Wujud Kecintaan Kepada Nabi, Warga Kompleks Perumahan PNS Gelar Maulid

17 November 2019
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?