Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin tidak bisa menyembunyikan kekesalannya terhadap disiplin pegawai di lingkup Pemerintah Kota Palopo. Hal itu terlihat saat inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukannya Senin (6/10/14) siang tadi.
Saat bertandang ke Kantor Badan Perencanaan Pembagunan Daerah (Bappeda) Palopo, Ome sapaan akrab Akhmad, mendapati seorang pegawai honorer tengah asik menggunakan fasilitas computer kantor untuk bermain game.
“Honorer yang benar-benar mengabdi dan berkontribusi, harus dibina dengan baik, khususnya honorer yang mempunyai kemampuan, tetapi bagi honorer yang tidak mempunyai tugas di Kantor, yang hanya datang main game dan ngerumpi saja, sebaiknya dikeluarkan saja,” ujar Ome menanggapi temuannya terkait pegawai yang menggunakan fasilitas kantor untuk bermain game saat jam kerja.
Tidak hanya pegawai yang sedang bermain game, Ome juga mendapati adanya delapan pegawai honorer yang tidak masuk berkantor dan juga memiliki pekerjaan ganda di instansi swasta lain.
“Saya mendapat laporan , ada oknum honorer yang berprofesi ganda, selain tercatat sebagai pegawai honorer, juga bekerja sebagai karyawan di salah satu kopersi simpan pinjam,” kata Ome.
Akhmad menjelaskan, pegawai honorer tersebut bertugas di Kantor Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Palopo. Dia juga meminta agar Kepala DPPKAD, Hamzah Jalante, melakukan tindakan tegas terhadap bawahannya itu.
“Jika memang laporan ini benar adanya, saya sarankan dikeluarkan saja. Jangan dipelihara honorer yang tidak bisa bekerja dengan baik, digaji setiap bulan, tapi tidak berkontribusi pada daerah, justru sebaliknya, honorer seperti ini hanya membebani keuangan daerah,” kata Akhmad.
Menanggapi hal itu, Kepala DPPKAD Palopo Hamzah Jalante, membenarkan oknum honorer yang ketahuan berprofesi ganda di tempat lain dan kerap meninggalkan tugasnya sebagai pegawai. “Oknum tersebut sudah dipanggil untuk dimintai klarifikasi, bisa saja kami pecat. Kami tidak ingin mempekerjakan orang yang tidak bisa bertanggungjawab atas tugasnya, masuk kerja semaunya, sementara haknya selalu kami penuhi,” kata Hamzah.
Dia merincikan, saat ini tenaga honorer di DPPKAD Palopo mencapai 190 orang, yang bertugas di sejumlah bidang termasuk petugas penagih retribusi di lapangan, dan pemungut pajak di masyarakat.




